Namun, lokasi Klenteng tidak memungkinkan semua mobil pemadam kebakaran untuk mendekat ke bangunan utama. Hanya damkar dengan kapasitas 1.500 dan 2 ribu liter yang bisa masuk melalui pintu gerbang klenteng. Kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai miliaran.
Atas kebakaran itu, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal saat ditemui di lokasi kejadian pada Sabtu (18/5) dini hari, membenarkan jika sumber api berasal dari lilin yang ada di Klenteng. “Lilin yang menyala karena akan ada perayaan Waisak, serta adanya banner yang akhirnya menimbulkan kebakaran. Selain itu, angin cukup kencang sehingga pemadaman cukup lama dilakukan,” ujarnya. Kondisi bangunan yang merupakan bangunan tua, banyak lilin serta komponen yang mudah terbakar juga mempercepat api membesar.
Sempat tersiar kabar jika labfor Mabes Polri cabang Surabaya hendak melakukan olah TKP. Tapi hingga sore, tim labfor ternyata tidak datang. Karena itu, pengurus Klenteng kemudian membersihkan sisa-sisa kebakaran.
Alfian –sapaan akrabnya- mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan tim labfor. Namun, belum dipastikan kapan akan turun. Mengingat, hari ini (19/5) akan ada perayaan Waisak.
“Kami saat ini masih menunggu rapat pengurus TITD, apakah masih akan ada perayaan Waisak atau tidak. Tim labfor memang belum turun, namun tim identifikasi Polresta sudah turun untuk memeriksa TKP. Tim identifikasi telah memotret lokasi-lokasi yang dinilai penting untuk penyelidikan kebakaran. Seperti titik muncul api. Foto-foto ini telah dikirimkan ke labfor,” ujarnya.
Mengenai penyelidikan peristiwa tersebut, Alfian mengaku belum memeriksa saksi. Pertimbangannya karena kemanusiaan dan ada persiapan perayaan Waisak. Pasca peristiwa itu, anggota polisi juga turut membantu mengamankan benda-benda berharga di dalam Klenteng seperti patung dewa. (put/fun) Editor : Jawanto Arifin