Selama 2018, DKPP menarget bisa mendapatkan sekitar Rp 627 juta. Syukur, sampai akhir tahun mampu mencapai sekitar Rp 692 juta. Atau, sekitar 110,78 persen dari target. “Tahun ini (2018) kami berhasil melebihi target. Capaian ini berkat kerja sama yang baik kawan-kawan di Dinas Pertanian,” ujar Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari.
Hasyim mengatakan, jika dilihat dari satuan produk pertanian, PAD ini paling besar didapatkan dari hasil penjualan benih kentang yang ada di Kecamatan Sumber. Jika dilihat berdasarkan kelompok, perolehan terbanyak dari pendapatan lain-lain. “Terbesar tetap dari penjualan benih kentang. Ini yang membuat PAD besar,” ujarnya.
Dengan capaian itu, tahun ini pihaknya menargetkan lebih tinggi lagi. Sekitar Rp 1 miliar. Hasyim mengaku optimistis target itu akan terpenuhi. “Kami optimistis akan lebih meninggikan lagi target untuk tahun depan (2019). Sekitar Rp1 miliar,” ujarnya.
Menurutnya, target besar tentu harus dibarengi dengan kinerja yang juga harus lebih besar. Karenanya, tahun ini pihaknya akan lebih mengoptimalkan penjualan benih kentang dan padi. Sebab, kedua komoditas ini merupakan penyumbang PAD pertanian yang lebih tinggi. “Kami sangat optimistis. Tahun ini tentunya kami akan kerja keras untuk mencapai target yang telah kami tentukan,” janjinya. (sid/fun) Editor : Jawanto Arifin