Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah mengungkapkan, 33 siswa yang sempat diamankan di Polres sudah dipulangkan Kamis (16/2). Usai didata, puluhan siswa ini langsung mendapatkan pembinaan dengan arahan dan nasihat oleh Kasat Reskrim.
“Seluruh siswa sudah kami damaikan dengan prosesi saling berjabat tangan. Kemudian kami wajibkan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi dengan disaksikan oleh orang tua dan guru,” ungkapnya.
Baca Juga: Mau Tawuran, Pelajar 2 Sekolah di Kota Probolinggo Diamankan, Dipicu Asmara
Zain-sapaannya menyebut, jika kejadian ini kembali terulang, kepolisian tetap akan mengutamakan seperti apa peristiwanya. Selama tidak terpengaruhi unsur pidana, kepolisian akan tetap melakukan pembinaan. Jika sebaliknya, tentu akan dilakukan penegakan hukum untuk efek jera.
“Bagaimanapun mereka adalah anak-anak kita yang perlu dibina dan diarahkan. Karena selama ini, kita sudah sering melakukan upaya preventif dan edukasi,” terang Zain.
Ketua Dewan Pendidikan Kota Probolinggo Eko Wahyono menyebut, pihaknya cukup menyayangkan aksi bentrok antar pelajar yang kembali terjadi. Sebab dalam enam bulan terakhir, kejadian yang ketiga kalinya. Sebelumnya, ada bentrok antar SMP 7 dan SMP 9 serta SMKN 4 dan SMAN 3.
Ia berharap kejadian ini tidak terjadi lagi. Karena itu, peran orang tua bagi anak sangat penting. Mereka harus menjalin komunikasi baik dua arah. Sehingga, pergaulan dan perilaku anak bisa terjaga dan lebih terarahkan.
“Tidak ada salahnya punya teman dan bergaul, namun harus difilter. Sebisa mungkin orang tua tahu. Anaknya pulang jam berapa, jalan sama siapa, siapa teman anaknya, sehingga perilaku siswa menjadi positif,” terang Eko. (riz/fun)