Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perkuat Kemandirian Masyarakat Lewat Sosial-Pendidikan

I
Penulis: Inneke Agustin❯

 


Advertisement

POTENSI: Kepala Desa Jetak, Ngantoro saat memetik buah terong Belanda yang dapat diolah menjadi sirup dan selai khas Desa Jetak, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
POTENSI: Kepala Desa Jetak, Ngantoro saat memetik buah terong Belanda yang dapat diolah menjadi sirup dan selai khas Desa Jetak, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)

Meski tercatat sebagai desa dengan wilayah dan jumlah penduduk terkecil di Kabupaten Probolinggo, Desa Jetak terus menunjukkan geliat inovasi. Berbagai program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada pelayanan, tetapi juga diarahkan untuk membangun kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

PEMERINTAH desa (pemdes) setempat menitikberatkan pelayanan di bidang sosial dan pendidikan sebagai fondasi utama. Dengan mengusung slogan “Desa Beradat dan Berbudaya”, kehidupan masyarakat Jetak dikenal guyup dan kental dengan nilai kebersamaan. Budaya saling membantu, terutama saat warga menggelar hajatan, menjadi modal sosial penting dalam menciptakan kemandirian kolektif.

Advertisement

Salah satu inovasi nyata adalah optimalisasi balai desa sebagai pusat kegiatan masyarakat. Bangunan berkapasitas hingga 1.000 orang ini dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari pernikahan, khitanan, hingga kegiatan adat lainnya.

Kepala Desa Jetak, Ngantoro menjelaskan bahwa penggunaan balai desa memberikan efisiensi biaya yang signifikan.

“Jika dibandingkan harus menyewa tenda sendiri yang bisa menghabiskan Rp 25 hingga Rp 50 juta, penggunaan balai desa cukup sekitar Rp 8 juta untuk durasi yang sama,” ujarnya.

Advertisement

Tak hanya tempat, balai desa juga dilengkapi berbagai fasilitas seperti peralatan memasak, perlengkapan makan, listrik, air, hingga hiburan. Sehingga masyarakat dapat menyelenggarakan hajatan secara mandiri dengan biaya yang lebih terjangkau. “Warga cukup membawa bahan pokok,” tambah Ngantoro.

Pemanfaatan fasilitas ini juga berdampak pada peningkatan pendapatan asli desa (PADes), sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Rata-rata satu hingga tiga kegiatan hajatan digelar setiap bulan, kecuali bulan-bulan tertentu yang tidak diperkenankan adanya acara sesuai tradisi adat yang ada seperti bulan Kapitu dan Kasanga.

Selain aspek sosial, kemandirian masyarakat juga dibangun melalui sektor pendidikan. Pemdes Jetak mendorong generasi muda untuk menempuh pendidikan minimal hingga SMA sebagai bekal meningkatkan kualitas hidup.

Advertisement

Artikel Terkait

Panen Kopi Capai 200 Ton-Perkuat Potensi Desa dan Pelayanan Warga

Panen Kopi Capai 200 Ton-Perkuat Potensi Desa dan Pelayanan Warga

Desa Kedasih, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo punya komoditas perkebunan yang menjadi salah satu potensi unggulan desa yang dikena

Benahi Infrastruktur di Desa Sariwani Sukapura, Mulai Bangun TPT hingga Rabat Beton

Benahi Infrastruktur di Desa Sariwani Sukapura, Mulai Bangun TPT hingga Rabat Beton

Salah satu pembangunan yang dilakukan adalah TPT di Dusun Gedong. Infrastruktur tersebut dibangun untuk memperkuat tebing. Bangunan ini seka

Desa Ngepung Perkuat Ketahanan Pangan dengan Kembangkan Ayam Petelur

Desa Ngepung Perkuat Ketahanan Pangan dengan Kembangkan Ayam Petelur

Dari peternakan ayam, rata-rata produksi telur mencapai sekitar 35 kilogram per hari yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer