PASURUAN, Radar Bromo - Tergerusnya perolehan kursi PKB di parlemen juga berpotensi terjadi di Kota Pasuruan.
Bahkan partai berlambang sembilan bintang yang selalu menjadi pemenang di tiga pemilu tersebut, berpeluang digeser Partai Golkar.
Sebab partai berlambang pohon beringin ini disebut-sebut berhasil mengungguli PKB.
Dalam penghitungan yang dilakukan oleh internal partai Golkar, partai ini berhasil meraih 32.400 suara. Unggul 1.000-an suara dibandingkan raihan PKB yang meraih 31.000-an suara.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Kota Pasuruan, Thoyyib mengungkapkan raihan positif partai Golkar ini berimbas pada kursi yang diperoleh.
Meski penghitungan KPU belum selesai, diyakini Golkar bisa mendapatkan sembilan kursi.
Raihan ini naik dibandingkan pemilu 2019 lalu, yang hanya enam kursi. Sembilan kursi ini, kata Thoyyib, diperoleh dari Kecamatan Panggungrejo dan Gadingrejo, masing masing tiga kursi.
Lalu Kecamatan Bugul Kidul satu kursi dan Purworejo dua kursi.
“Kalau hitungan internal kami, suara yang diraih partai Golkar dalam pemilu 2024 yang tertinggi. Kami dapat kursi terbanyak. Sembilan kursi,” ungkapnya.
Sebagai peraih kursi tertinggi, tentunya membuat partai Golkar berhak menjadi ketua DPRD. Namun, pihaknya enggan berasumsi. Sebab, ia masih menunggu keputusan dan penetapan dari KPU Kota Pasuruan.
“Tapi kami yakin suara yang kami peroleh tidak akan berbeda jauh dari penghitungan KPU. Sebab, penghitungan yang kami lakukan berdasarkan saksi di 579 TPS,” jelas Thoyyib.
Di sisi lain, Ketua DPC PKB PKB Kota Pasuruan Ismail Marzuki Hasan menyebut dalam hitungan internal, PKB meraih 31.000 suara.
Kecamatan Panggungrejo yang tertinggi dengan 11 ribu, lalu Purworejo 9 ribu, Bugul Kidul 7000 dan yang terkecil Gadingrejo 4 ribu.
Perolehan suara tersebut lebih tinggi dari pemilu 2019 lalu. Saat itu hanya 29.000 suara. Artinya ada kenaikan 2.000-an suara. Dari perolehan suara ini, diyakini PKB bisa meraih delapan kursi dewan.
Memang diakuinya, suara PKB dalam pemilu kali ini tidak maksimal. Awalnya, PKB menargetkan bisa meraih sembilan kursi.
Rupanya, pihaknya kekurangan suara di daerah pemilihan (dapil) di Kecamatan Purworejo.
“Kami berharap bisa menambah satu kursi di dapil Purworejo. Namun, kami kekurangan suara di 25 tempat pemungutan suara (TPS) di dapil Purworejo,” tuturnya.
Sejatinya berkurangnya kursi tidak hanya dialami PKB. Partai Gerindra juga sama. Di pemilu 2019 lalu, Gerindra memperoleh 3 kursi. Namun di pemilu kali ini, kemungkinan hanya meraih satu kursi.
Sekretaris DPC Gerindra Kota Pasuruan Mamat Aryo mengatakan, dari hasil hitungan internal pihaknya, memang partainya bisa berkurang satu kursi dari perolehan pemilu sebelumnya.
“Tapi tujuan Gerindra terbentuk adalah memenangkan Prabowo sebagai presiden. Jika ada kader atau calon yang berhasil lolos, itu adalah sebuah bonus bagi kami,” beber Mamat.
Kata dia, di pemilu kali ini berjalan kompetitif. Dia meyakini, Gerinda dan calon legislatif berkeinginan meraih suara sebanyak-banyaknya. Tapi semuanya sudah digariskan oleh sang kuasa. (riz/fun)
Editor : Jawanto Arifin