Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ada Peristiwa Apa Saja di Tanggal 9 Desember? Inilah Peringatan di Tanggal Ini

Jawanto Arifin • Selasa, 9 Desember 2025 | 03:57 WIB
Tanggal 9 Desember
Tanggal 9 Desember

TANGGAL 9 Desember menjadi salah satu hari dalam kalender dunia yang dipenuhi dengan momentum penting.

Di balik tanggal tersebut, terdapat berbagai peringatan berskala internasional maupun nasional yang memiliki makna mendalam, mulai dari isu kemanusiaan, antikorupsi, hingga sejarah kemerdekaan suatu bangsa.

Berikut beberapa peringatan atau kejadian penting di tanggal 9 Desember:

 

1. Hari Antikorupsi Sedunia: Momentum Memerangi Praktik Korupsi

Hari Antikorupsi Sedunia diperingati setiap tanggal 9 Desember sebagai bentuk komitmen global dalam memerangi praktik korupsi.

Penetapan hari ini dimulai sejak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyetujui Konvensi Antikorupsi pada tahun 2003.

Sejak saat itu, berbagai negara termasuk Indonesia menjadikan tanggal 9 Desember sebagai momentum untuk mengingatkan publik mengenai bahaya korupsi dan pentingnya transparansi dalam pemerintahan maupun sektor lainnya.

Korupsi adalah tindakan penyalahgunaan kekuasaan untuk memperoleh keuntungan pribadi atau kelompok.

Dampaknya sangat luas, mulai dari menghambat pertumbuhan ekonomi, menyulitkan pemerataan kesejahteraan, hingga menurunkan kualitas layanan publik.

Oleh karena itu, Hari Antikorupsi Sedunia menjadi pengingat bahwa korupsi bukan hanya masalah hukum, tetapi juga masalah moral, sosial, dan budaya yang harus ditangani secara sistematis.

Di Indonesia, peringatan Hari Antikorupsi Sedunia umumnya dilakukan melalui rangkaian kampanye, seminar, dan sosialisasi mengenai integritas.

Banyak lembaga negara, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), aktif menggelar kegiatan edukasi publik.

Salah satu agenda rutin adalah penyuluhan antikorupsi ke sekolah, kampus, dan instansi pemerintah.

Hal ini bertujuan membangun kesadaran bahwa pencegahan korupsi harus dimulai sejak dini, melalui pembiasaan sikap jujur, tanggung jawab, dan transparansi.

Selain itu, pemerintah bersama berbagai organisasi masyarakat juga mengajak masyarakat mengawasi penggunaan anggaran publik, pelayanan administratif, dan proses birokrasi agar berjalan sesuai aturan.

Tindakan seperti pelaporan melalui kanal pengaduan menjadi bagian penting dalam mempersempit ruang terjadinya penyimpangan.

Dengan memperingati Hari Antikorupsi Sedunia, masyarakat Indonesia diingatkan kembali bahwa memerangi korupsi bukan tugas satu pihak saja.

Dibutuhkan peran bersama: pemerintah, penegak hukum, pendidikan, media, dan seluruh warga negara.

Korupsi dapat diberantas ketika semua pihak memiliki komitmen yang sama untuk membangun kejujuran, akuntabilitas, dan integritas dalam setiap tindakan.

Momentum ini menjadi harapan agar Indonesia semakin bersih, transparan, dan berkeadilan.

 

2. Pembantaian Rawagede: Tragedi Kemanusiaan di Masa Penjajahan

Pembantaian Rawagede terjadi pada 9 Desember 1947 di Desa Rawagede, Karawang, ketika tentara Belanda membunuh lebih dari 400 warga sipil.

Peristiwa ini terjadi dalam rangka pencarian pejuang Indonesia yang dianggap menentang kolonialisme. Warga yang tidak bersalah ditembak secara massal tanpa proses hukum.

Tragedi ini menjadi simbol kekejaman kolonial dan perjuangan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan.

Pada tahun 2011, pemerintah Belanda akhirnya mengakui peristiwa tersebut dan memberikan kompensasi kepada keluarga korban.

Pembantaian Rawagede dikenang sebagai luka sejarah yang penting agar tragedi serupa tidak terulang.

 

3. Hari Kartu Natal: Tradisi Mengirim Ucapan Penuh Kehangatan

Hari Kartu Natal diperingati setiap 9 Desember sebagai bentuk apresiasi terhadap tradisi bertukar kartu ucapan menjelang Natal.

Tradisi ini dimulai sejak abad ke-19 di Inggris, ketika Sir Henry Cole mencetak kartu perdana untuk dikirimkan kepada kerabat dan sahabat.

Kartu Natal kemudian menjadi simbol perhatian dan kasih sayang, terutama bagi keluarga dan teman yang berada jauh.

Saat ini, kartu Natal hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari kartu cetak hingga kartu digital.

Di masa modern, meskipun komunikasi semakin cepat melalui pesan instan, kartu Natal tetap memiliki nilai sentimental.

Melalui kartu sederhana, pesan kedamaian, persahabatan, dan ucapan selamat Natal dapat tersampaikan secara lebih personal dan penuh makna.

 

4. Hari Kemerdekaan Tanzania: Awal Baru bagi Bangsa Afrika Timur

Hari Kemerdekaan Tanzania diperingati setiap 9 Desember untuk mengenang lepasnya negara tersebut dari penjajahan Inggris pada tahun 1961.

Saat itu, wilayah yang dikenal sebagai Tanganyika berhasil mencapai kemerdekaannya di bawah kepemimpinan Julius Nyerere, tokoh penting yang kemudian menjadi presiden pertama. Kemerdekaan ini menjadi awal transformasi politik dan sosial bagi masyarakatnya.

Tanzania resmi terbentuk pada tahun 1964 setelah Tanganyika bergabung dengan Zanzibar. Sejak saat itu, negara ini berupaya membangun sistem pemerintahan mandiri, memperkuat pendidikan, serta mengelola kekayaan alamnya.

Peringatan Hari Kemerdekaan biasanya dirayakan dengan upacara kenegaraan, parade militer, dan berbagai kegiatan budaya. Momen ini menjadi pengingat perjuangan rakyat Tanzania dalam meraih kebebasan dan kedaulatan bangsa.

 

5. Hari Pencegahan Genosida Australia

Hari Pencegahan Genosida Australia (International Day of Commemoration and Dignity of the Victims of the Crime of Genocide and of the Prevention of this Crime) diperingati setiap 9 Desember.

Hari ini diangkat sebagai bentuk peringatan terhadap adopsi Genocide Convention tahun 1948, dan untuk mengajak dunia mencegah kejahatan genosida.

Genosida adalah kejahatan berat terhadap kemanusiaan — berupa pembunuhan massal, penyiksaan, penghilangan, atau pemusnahan identitas kelompok berdasarkan ras, etnis, agama, atau kebangsaan.

Peringatan ini bertujuan: pertama, menghormati korban genosida di berbagai belahan dunia; kedua, memperingatkan seluruh masyarakat dan negara agar waspada terhadap potensi kekerasan kelompok; dan ketiga, menekankan kewajiban negara untuk melindungi warganya serta mencegah tindakan diskriminatif atau kebencian yang bisa memicu genosida.

Di Australia maupun komunitas internasional, Hari Pencegahan Genosida dirayakan lewat edukasi publik, seminar, diskusi hak asasi manusia, dan refleksi atas tragedi masa lalu.

Momen ini mengingatkan kita: kemanusiaan, toleransi, dan keadilan harus selalu dijaga agar sejarah kelam genosida tidak terulang.

 

6. Hari Kedokteran Hewan Internasional: Mengapresiasi Peran Dokter Hewan Dunia

Hari Kedokteran Hewan Internasional diperingati setiap tahun sebagai bentuk apresiasi terhadap peran penting dokter hewan dalam menjaga kesehatan hewan, manusia, serta lingkungan.

Dokter hewan tidak hanya menangani penyakit pada hewan peliharaan dan ternak, tetapi juga terlibat dalam pengendalian zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.

Dengan keahlian mereka, keamanan pangan turut terjaga karena kesehatan hewan menjadi bagian dari rantai produksi makanan.

Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa kesejahteraan hewan merupakan tanggung jawab bersama.

Melalui kampanye edukasi, seminar, hingga kegiatan sosial, Hari Kedokteran Hewan Internasional membantu meningkatkan kesadaran akan peran dokter hewan dalam mendukung kesehatan global dan keseimbangan ekosistem.

Itulah beberapa kejadian dan peringatan di tanggal 9 Desember. Semoga bermanfaat. (*/wt)

Editor : Jawanto Arifin
#Hari peringatan #9 Desember #peristiwa penting