Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tatik Hidayati, Alumni SLB Sinar Harapan 3 Probolinggo Jadikan Keterbatasan sebagai Kekuatan, Raih Prestasi lewat Membatik

Inneke Agustin • Selasa, 30 Juni 2026 | 13:07 WIB
MENANG: Alumni SLB Sinar Harapan 3, Tatik Hidayati menunjukkan piala dan sertifikat Juara Harapan 3 LKSN PDBK 2021 Cabang Lomba Membatik Tingkat Provinsi Jawa Timur.
MENANG: Alumni SLB Sinar Harapan 3, Tatik Hidayati menunjukkan piala dan sertifikat Juara Harapan 3 LKSN PDBK 2021 Cabang Lomba Membatik Tingkat Provinsi Jawa Timur.

 

Di antara deretan alumni SLB Sinar Harapan 3, Kota Probolinggo, terdapat sosok inspiratif bernama Tatik Hidayati, 24, warga Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan.

====================================

Keterbatasan pendengaran yang dimilikinya, tidak pernah menjadi penghalang untuk bermimpi. Justru menjadi awal dari keteguhan yang membawanya meraih prestasi.

Sejak pertama kali mengenal dunia membatik di sekolah, Tatik menunjukkan ketertarikan besar. Ia menikmati setiap prosesnya, mulai dari menggambar pola hingga memberi warna pada kain.

Kesempatan datang ketika sekolah mengikutsertakannya dalam lomba membatik tingkat provinsi. Waktu persiapan hanya sekitar satu bulan, namun hal itu tidak membuatnya gentar. Ia berlatih setiap hari bersama guru dan pembimbing profesional yang didatangkan sekolah.

Pagi hari Tatik belajar di sekolah, sementara malam harinya latihan dilanjutkan di rumah. Selama masa persiapan tersebut, ia mampu menyelesaikan empat lembar kain batik dengan motif yang sama, meskipun dengan kombinasi warna berbeda.

Dalam lomba bertema kearifan lokal itu, Tatik berusaha menuangkan identitas Probolinggo ke dalam kain batik. Ia mengangkat Gunung Bromo yang megah, Jaran Bodag yang sarat makna budaya, mangga-anggur sebagai ikon daerah, serta berbagai bunga menjadi satu kesatuan motif.

“Susah gambarnya, tapi saya tidak menyerah. Terus berusaha,” ujarnya singkat sambil tersenyum.

Kalimat sederhana itu menggambarkan proses panjang yang ia lalui, penuh kerja keras, kesabaran, dan keyakinan untuk terus mencoba. Dukungan guru, teman, dan keluarga menjadi penguat semangatnya.

Hingga hari perlombaan tiba, usaha selama satu bulan membuahkan hasil. Tatik berhasil meraih Juara Harapan 3 LKSN PDBK 2021 cabang membatik tingkat Provinsi Jawa Timur. “Awalnya malu dan tidak percaya diri saat lomba. Tapi setelah menang, saya senang sekali,” katanya.

Tak hanya di bidang keterampilan, Tatik juga aktif dalam kegiatan keagamaan. Sejak 2023, ia bergabung dengan Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia) Probolinggo. Dia rutin mengaji setiap Sabtu di masjid Jalan Panjaitan, Kota Probolinggo.

Perjalanan mengajinya dimulai dari pembelajaran daring pada 2021. Perlahan ia memahami materi hingga kini mampu membantu mengajar adik-adik yang baru belajar. “Awalnya sulit, tapi lama-lama bisa. Sekarang saya sudah bisa bantu mengajar,” tuturnya.

Kisah Tatik menjadi cerminan bahwa setiap anak memiliki potensi berharga. Mereka hanya membutuhkan kesempatan, pendampingan, dan kepercayaan untuk berkembang. (gus/hn/*)

 

MENGAJI: Alumni SLB Sinar Harapan 3, Tatik Hidayati saat mengajar ngaji di Komunitas Gerkatin Probolinggo.
MENGAJI: Alumni SLB Sinar Harapan 3, Tatik Hidayati saat mengajar ngaji di Komunitas Gerkatin Probolinggo.

 

Bentuk Karakter Siswa

Di sebuah sudut Kota Probolinggo, semangat belajar tumbuh dengan cara istimewa. Tidak hanya membaca, menulis, berhitung. Namun juga pembentukan karakter, nilai kebaikan, dan keterampilan hidup sebagai bekal masa depan.

=======================================

 

ITULAH yang setiap hari dilakukan di SLB Sinar Harapan 3 Kota Probolinggo. Sekolah bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) yang terus menghadirkan pendidikan utuh untuk mengasah akademik. Sekaligus membentuk pribadi mandiri, percaya diri, dan berakhlak baik.

Kepala SLB Sinar Harapan 3 Mira Anggraeni, S.Pd. menjelaskan, pembentukan karakter menjadi fondasi utama. Sejak awal, siswa dibiasakan budaya 3S, yakni senyum, sapa, dan sopan dalam aktivitas sehari-hari.

“Yang kami bangun bukan hanya kemampuan akademiknya. Kami juga ingin anak-anak memiliki sikap yang baik, percaya diri, dan mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Upaya diperkuat melalui ekstrakurikuler seperti olahraga, tata boga, dan membatik. Di ruang keterampilan, kain putih diolah menjadi karya seni melalui pola, canting malam, dan pewarnaan.

Proses membatik dilakukan berkelompok. Siswa saling bekerja sama, ada pembuat pola, pencanting, dan pewarna sehingga belajar tanggung jawab, komunikasi, dan kolaborasi.

“Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda. Karena itu mereka saling membantu. Di situlah nilai kerja sama dan kebersamaan kami tanamkan,” tutur Mira.

Kerja keras membuahkan prestasi, karya batik beberapa kali meraih kompetisi. Sekolah berkomitmen mengembangkan produk turunan seperti outer, dompet, dan hiasan.

“Ke depan kami ingin mengembangkan hasil karya anak-anak menjadi produk yang lebih beragam, seperti outer, dompet, maupun hiasan lainnya. Harapannya keterampilan ini bisa menjadi bekal mereka di masa depan,” ungkap Mira.

Bagi sekolah, membatik bukan sekadar seni, tetapi pelajaran kesabaran, ketelitian, kreativitas, dan keyakinan bahwa setiap anak memiliki kemampuan berkarya.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, SLB Sinar Harapan 3 Kota Probolinggo terus menghadirkan lingkungan belajar yang penuh dukungan. Sehingga setiap siswa dapat berkembang sesuai potensi masing-masing. Sekaligus merasakan pengalaman belajar yang bermakna. (gus/hn/*)

 

Editor : Muhammad Fahmi
#slb sinar harapan 3 #pendengaran #tuna rungu #abk #Kota Probolinggo