BANGIL, Radar Bromo – Peluang pengoperasian Commuter Line Surabaya–Pasuruan–Probolinggo (Supaspro) melalui Stasiun Grati dan Rejoso mendapat respons positif dari masyarakat.
Hasil survei menunjukkan, 99,2 persen responden siap beralih menggunakan layanan kereta komuter apabila dua stasiun itu beroperasi.
Survei yang melibatkan 4.350 responden tersebut dilakukan untuk memetakan potensi kebutuhan layanan Commuter Line Supaspro di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Sekaligus merespons ketersediaan Commuter Supaspro yang sekarang sudah beroperasi sampai Probolinggo.
“Hasil survei menunjukkan potensi permintaannya sangat tinggi. Sekitar 99,2 persen responden bersedia menggunakan Commuter Line Supaspro apabila berhenti di Stasiun Rejoso dan Stasiun Grati,” terang Kabid Angkutan di Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan Susetyo Dimas.
Baca Juga: Peminat KA Commuter Line Supaspro Naik Lipat Dua, 4 Bulan Layani 57.800 Penumpang
Tingginya tingkat penerimaan masyarakat itu, menurutnya, menunjukkan kebutuhan transportasi massal berbasis rel di wilayah Pasuruan sudah sangat mendesak.
Apalagi, selama ini warga wilayah timur Kabupaten Pasuruan harus ke Stasiun Pasuruan atau Bangil lebih dulu untuk naik commuter line.
Menurut Dimas, Surabaya masih menjadi tujuan perjalanan terbesar masyarakat Pasuruan.
Sebanyak 2.910 responden atau sekitar 66,9 persen mengaku rutin bepergian ke Kota Pahlawan. Terutama untuk bekerja, sekolah, kuliah, maupun aktivitas ekonomi lainnya.
“Mobilitas masyarakat Pasuruan menuju Surabaya sangat besar. Karena itu, keberadaan layanan komuter akan menjadi alternatif transportasi yang jauh lebih efektif dibanding kondisi sekarang,” katanya.
Efisiensi biaya juga menjadi alasan masyarakat menghendaki beroperasinya dua stasiun itu. Selama ini, untuk ke Surabaya, sebagian besar masyarakat menghabiskan waktu perjalanan 1-2 jam dengan biaya transportasi Rp 20 ribu–Rp50 ribu sekali jalan.
Yang menarik dari survei itu diketahui, masyarakat sebenarnya tidak mempermasalahkan kualitas layanan kereta api. Kendala terbesar selama ini justru belum tersedianya rute yang sesuai kebutuhan perjalanan mereka.
“Dari hasil survei, persoalan utamanya bukan kualitas pelayanan kereta api. Yang paling banyak dikeluhkan adalah belum adanya rute yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Dimas menilai hasil survei tersebut menjadi dasar kuat bagi pengembangan jaringan Commuter Line Supaspro di koridor Surabaya–Pasuruan–Probolinggo.
“Dengan tingginya antusiasme masyarakat, Stasiun Rejoso dan Stasiun Grati sangat layak dipertimbangkan sebagai titik pelayanan Commuter Line Supaspro,” bebernya. (tom/hn)
Editor : Muhammad Fahmi