Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Stasiun Grati dan Rejoso Layak Jadi Titik Pemberhentian KA Commuter Supaspro, Hasil Survei: Direspons Positif Warga

Muhamad Busthomi • Kamis, 9 Juli 2026 | 19:31 WIB

 

LAYAK JADI PEMBERHENTIAN: Sejumlah KA saat melintas di Stasiun Grati. Peluang Stasiun Grati jadi titik pemberhentian KA commuter line Supaspro terbuka usai hasil survei direspons positif warga. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
LAYAK JADI PEMBERHENTIAN: Sejumlah KA saat melintas di Stasiun Grati. Peluang Stasiun Grati jadi titik pemberhentian KA commuter line Supaspro terbuka usai hasil survei direspons positif warga. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

 

BANGIL, Radar Bromo – Peluang pengoperasian Commuter Line Surabaya–Pasuruan–Probolinggo (Supaspro) melalui Stasiun Grati dan Rejoso mendapat respons positif dari masyarakat.

Hasil survei menunjukkan, 99,2 persen responden siap beralih menggunakan layanan kereta komuter apabila dua stasiun itu beroperasi.

Survei yang melibatkan 4.350 responden tersebut dilakukan untuk memetakan potensi kebutuhan layanan Commuter Line Supaspro di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Sekaligus merespons ketersediaan Commuter Supaspro yang sekarang sudah beroperasi sampai Probolinggo.

“Hasil survei menunjukkan potensi permintaannya sangat tinggi. Sekitar 99,2 persen responden bersedia menggunakan Commuter Line Supaspro apabila berhenti di Stasiun Rejoso dan Stasiun Grati,” terang Kabid Angkutan di Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan Susetyo Dimas.

Baca Juga: Peminat KA Commuter Line Supaspro Naik Lipat Dua, 4 Bulan Layani 57.800 Penumpang

Tingginya tingkat penerimaan masyarakat itu, menurutnya, menunjukkan kebutuhan transportasi massal berbasis rel di wilayah Pasuruan sudah sangat mendesak.

Apalagi, selama ini warga wilayah timur Kabupaten Pasuruan harus ke Stasiun Pasuruan atau Bangil lebih dulu untuk naik commuter line.

Menurut Dimas, Surabaya masih menjadi tujuan perjalanan terbesar masyarakat Pasuruan.

Sebanyak 2.910 responden atau sekitar 66,9 persen mengaku rutin bepergian ke Kota Pahlawan. Terutama untuk bekerja, sekolah, kuliah, maupun aktivitas ekonomi lainnya.

“Mobilitas masyarakat Pasuruan menuju Surabaya sangat besar. Karena itu, keberadaan layanan komuter akan menjadi alternatif transportasi yang jauh lebih efektif dibanding kondisi sekarang,” katanya.

Efisiensi biaya juga menjadi alasan masyarakat menghendaki beroperasinya dua stasiun itu. Selama ini, untuk ke Surabaya, sebagian besar masyarakat menghabiskan waktu perjalanan 1-2 jam dengan biaya transportasi Rp 20 ribu–Rp50 ribu sekali jalan.

Yang menarik dari survei itu diketahui, masyarakat sebenarnya tidak mempermasalahkan kualitas layanan kereta api. Kendala terbesar selama ini justru belum tersedianya rute yang sesuai kebutuhan perjalanan mereka.

“Dari hasil survei, persoalan utamanya bukan kualitas pelayanan kereta api. Yang paling banyak dikeluhkan adalah belum adanya rute yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Dimas menilai hasil survei tersebut menjadi dasar kuat bagi pengembangan jaringan Commuter Line Supaspro di koridor Surabaya–Pasuruan–Probolinggo.

“Dengan tingginya antusiasme masyarakat, Stasiun Rejoso dan Stasiun Grati sangat layak dipertimbangkan sebagai titik pelayanan Commuter Line Supaspro,” bebernya. (tom/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#Supaspro #stasiun grati #pasuruan #rejoso #KA Commuter Line