PASURUAN, Radar Bromo - Fenomena suhu udara dingin atau bediding masih menyelimuti wilayah Pasuruan.
Berdasarkan data BMKG Jawa Timur, kawasan Tretes, Kecamatan Prigen, mencatat suhu minimum 14,8 derajat Celsius.
Angka tersebut menjadikan Tretes sebagai wilayah terdingin ketiga di Jawa Timur, setelah Bromo, Kabupaten Probolinggo, dan Kota Batu.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo, Rendy Irawadi, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir dengan kondisi tersebut.
Sebab, bediding merupakan fenomena yang lazim terjadi selama musim kemarau.
"Pada musim kemarau, tutupan awan cenderung sedikit, sehingga panas dari permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer saat malam hari. Akibatnya, suhu udara pada dini hari hingga pagi, menjadi lebih rendah atau yang dikenal masyarakat sebagai fenomena bediding," ujarnya.
Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan.
Suhu udara yang lebih dingin, berpotensi menurunkan daya tahan tubuh, terutama bagi balita, lansia, dan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Karena itu, masyarakat disarankan mengenakan pakaian hangat saat beraktivitas pada malam hingga pagi hari.
Seperti jaket, sweater, penutup kepala, maupun masker bagi pengendara sepeda motor.
Warga juga dianjurkan memperbanyak konsumsi makanan bergizi, buah dan sayur, serta minuman hangat seperti air putih hangat, teh, susu, atau sup agar suhu tubuh tetap terjaga.
Selain menjaga pola makan, masyarakat juga diminta tetap berolahraga secara rutin, untuk menjaga kebugaran.
Namun, aktivitas fisik di luar ruangan sebaiknya dilakukan setelah matahari terbit, ketika suhu udara mulai menghangat. Jika memang terpaksa, kenakan baju penghangat tubuh.
Sementara itu, aktivitas yang tidak mendesak pada dini hari dapat dikurangi, khususnya bagi kelompok rentan.
Rendy menambahkan, fenomena bediding diperkirakan masih akan berlangsung selama musim kemarau. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin