Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pastikan Pasokan Aman

Inneke Agustin • Sabtu, 7 Maret 2026 | 00:05 WIB

 

 

ANTRE: Sejumlah pengendara tampak antri BBM di SPBU Kasbah, Jalan Soekarno Hatta, Kota Probolinggo.
ANTRE: Sejumlah pengendara tampak antri BBM di SPBU Kasbah, Jalan Soekarno Hatta, Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, Radar Bromo– Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Kota Probolinggo naik sejak 1 Maret 2025. Meski terjadi penyesuaian harga, pasokan BBM dipastikan tetap aman.

Pengawas SPBU Mayangan Jumak menjelaskan, beberapa jenis BBM nonsubsidi mengalami kenaikan harga. Pertamax kini dijual Rp 12.300 per liter dari sebelumnya Rp 11.800 per liter.

Pertamax Turbo naik menjadi Rp 13.100 per liter dari sebelumnya Rp 12.700 per liter. Pertamax Green 95 juga naik menjadi Rp 12.900 per liter dari sebelumnya Rp 12.350 per liter.

Kenaikan juga terjadi pada BBM jenis diesel. Dexlite kini dibanderol Rp 14.200 per liter dari sebelumnya Rp 13.500 per liter.

Sedangkan Pertamina Dex naik menjadi Rp 14.500 per liter dari harga sebelumnya Rp 13.500 per liter.

Meski demikian, harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual Rp 10.000 per liter dan solar subsidi Rp 6.800 per liter.

Jumak menyebutkan, kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak memengaruhi ketersediaan stok di SPBU. Pasokan hingga saat ini masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Stoknya masih ada dan peminatnya masih banyak. Semoga tetap aman ke depannya,” ujarnya, Kamis (5/3).

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global. Khususnya di kawasan Timur Tengah.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, perusahaan terus memantau kondisi operasional serta keselamatan pekerja yang berada di kawasan tersebut.

Pertamina juga berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), serta otoritas setempat guna memastikan operasional perusahaan berjalan aman.

“Pertamina telah menyiapkan langkah mitigasi risiko serta memperkuat komunikasi dengan berbagai pihak untuk menjaga kelancaran operasional dan keamanan kru,” ujarnya.

Selain itu, Pertamina terus memantau perkembangan dinamika energi global. Juga menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga kelancaran rantai pasok energi nasional.

Sebagai perusahaan energi terintegrasi, Pertamina memiliki sumber pasokan minyak mentah, BBM, dan elpiji yang berasal dari produksi dalam negeri maupun negara mitra.

Strategi tersebut dinilai memberi fleksibilitas dalam menjaga ketersediaan energi di tengah dinamika geopolitik global.

Pertamina juga mengoptimalkan operasional kilang domestik guna menjaga keseimbangan antara produksi dan distribusi energi.

“Pasokan crude, BBM, dan elpiji terus diawasi agar tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelas Baron. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#harga bbm #Nonsubsidi