Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pengakuan Sopir Escudo asal Pasrepan yang Tabrak Bocah di Atas Motor Parkir di Jalur Bromo Pasuruan

Fuad Alyzen • Minggu, 15 Februari 2026 | 16:52 WIB
TRAGEDI: Petugas Satlantas saat melakukan olah TKP kecelakaan maut di perbatasan Desa Tebas, Gondangwetan dan Pohgading, Pasrepan. Inset rekaman CCTV saat Escudo menyeruduk korban.
TRAGEDI: Petugas Satlantas saat melakukan olah TKP kecelakaan maut di perbatasan Desa Tebas, Gondangwetan dan Pohgading, Pasrepan. Inset rekaman CCTV saat Escudo menyeruduk korban.

GONDANGWETAN, Radar Bromo-Mukhamad Mukhlas, 46 panik bukan main. Mobil Suzuki Escudo yang ia kemudikan hilang kendali lalu menabrak motor parkir di tepi jalur Bromo, Desa Tebas, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan.

Ironisnya, di atas motor Honda Vario bernopol N 2700 VE itu ada Daf. Bocah 7 itu sedang menunggu ibunya yang belanja di dalam toko.

Tabrakan yang terjadi Minggu pagi (15/2) itu cukup keras. Hingga membuat sang bocah terpental sekitar 10 meteran.

Mobil Escudo yang dikemudikan Mukhlas sendiri baru terhenti usai menabrak tumpukan batu bata.

Begitu mobil terhenti, Mukhlas langsung keluar dari mobil. Kepanikan terlihat jelas dari raut mukanya.

Ia sangat terpukul. Mobil yang ia kemudikan ternyata baru menabrak motor parkir yang di atasnya ada bocah 7 tahun.

Kondisi bocah yang luka parah usai diseruduk mobilnya, membuat rasa bersalahnya kian besar.  

Yang ada di pikirannya waktu itu, bagaimana bisa langsung menolong korban.

“Saya tidak tahu sudah. Mobil siapa saja (yang lewat), saya hentikan untuk mengantar korban,” ujar Mukhlas sang sopir mobil.

“Kayaknya tadi (mobil) Cerry tadi itu (yang digunakan untuk mengantar korban ke Puskesmas terdekat),” imbuhnya.

Sayang, lantaran lukanya cukup parah, korban Daf sendiri akhirnya meninggal dalam perjalanan.

Mukhlas mengaku, ia memang mengantuk pagi itu. Ia yang mengendarai mobil Escudo N 1909 A baru saja dari Desa Ranggeh.

Ia hendak pulang ke rumahnya di Pohgading, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan. Dalam perjalanan pulang itu, petaka terjadi.

“Saya memang salah. Keluarga saya suruh ke rumah korban dengan menghadirkan masing-masing kepala desa. Saya ingin damai,” aku Mukhlas.

“Tapi, untuk menebus kesalahan, saya pun (kalau) dihukum tidak apa-apa,” katanya saat ditemui di poslantas Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Minggu siang.

Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Derie Fradesca menyampaikan, kasus ini masih dalam penyelidikan.

Barang bukti sudah diamankan petugaas berupa kedua kendaraan yang terlibat. Kasus ini masih dalam tahap pemeriksaan.

“Masih tahap pemeriksaan. Kedua belah pihak kita sudah periksa. Kasus ini belum naik ke sidik,” katanya.

Diketahui, ​kecelakaan maut terjadi di jalur menuju Bromo, tepatnya di Desa Tebas, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Seorang bocah meninggal usai dihantam mobil Suzuki Escudo. 

Kecelakaan itu terjadi tak jauh dari perbatasan Desa Tebas, Kecamatan Gondangwetan dan Pohgading, Kecamatan Pasrepan Kabupaten Pasuruan, Minggu (15/2) pagi.

Sebuah mobil Suzuki Escudo yang melaju kencang dari arah utara tiba-tiba hilang kendali dan menghantam sepeda motor yang sedang parkir di depan toko sosis, tepi jalan.

Nahas, di atas motor tersebut duduk seorang bocah berinisial Daf, 7 yang sedang menunggu ibunya berbelanja.

Benturan keras tersebut membuat korban terpental sejauh 10 meter. Korban akhirnya meninggal dalam perjalanan saat hendak dibawa ke RS terdekat. (zen/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#jalur bromo #vario #Escudo #gondangwetan #Pohgading #parkir #pasrepan