PASURUAN, Radar Bromo- Banjir rob kembali melanda sejumlah wilayah pesisir Kota dan Kabupaten Pasuruan, Jumat (2/1) malam. Banjir cukup tinggi, mencapai 20–50 sentimeter, sehingga mengganggu aktivitas warga.
Di wilayah Pelabuhan Kota Pasuruan, laut pasang menyebabkan air Sungai Gembong meluap ke jalan pelabuhan. Membuat kawasan lapak PKL di tempat itu terendam.
Di sisi lain, banjir rob yang datang sejak sekitar pukul 20.00, menyebabkan kawasan pelabuhan sepi pengunjung. Sehingga, banyak pedagang menutup dagangannya lebih awal.
Salah satunya Rozaq. Saat air laut mulai naik ke jalan sekitar pukul 20.00, dia langsung menutup daganganya karena sepi pembeli. “Saya tutup awal karena laut pasang, biasanya sampai malam. Seandainya surut pun, sudah sepi pembeli,” terang warga Mandaran, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, ini.
Diperkirakan, selama dua hari ke depan banjir akan lebih besar. Sebab, masuk waktu puncak pasang atau pertengahan bulan Jawa.
Personel Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Pasuruan Anang Sururin mengatakan, banjir rob pada Jumat malam terjadi karena mendekati bulan purnama. Banjir rob menurutnya, tidak hanya terjadi di Kota Pasuruan, namun juga di Kabupaten Pasuruan.
Di Kota Pasuruan, banjir terjadi di Kecamatan Panggungrejo. Antara lain di Kelurahan Mandaranrejo, Jalan MT Hariyono RT 2/RW 3 dan RT 3/RW 3. Di sini, genangan tertinggi mencapai 20 - 35 cm. Lalu di Kelurahan Ngemplakrejo, Jalan Martadinata, genangan tertinggi sekitar 5 cm.
Anang menduga, banjir rob tidak hanya terjadi karena air laut pasang. Namun juga karena cuaca ekstrem. Seperti badai atau angin kencang di laut yang dapat memperburuk situasi.
“Mulai banjir rob sekitar pukul 20.20. Genangan tertinggi pukul 21.30 dan mulai surut pukul 22.00. Kami melaporkan secara lisan kepada BPBD Jawa Timur sebagai laporan awal,” jelas Anang.
Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota AKP Edy Suseno menambahkan, sejumlah kecamatan terdampak banjir rob di Kabupaten Pasuruan. Antara lain di Kraton, Rejoso, Lekok, dan Nguling dengan tetinggian air mencapai 10-50 cm.
Di Kraton, banjir terjadi di Desa Semare dan Kalirejo. Lalu di Lekok, banjir menggenang di Desa Tambak Lekok, Jatirejo, Wates, dan Semedusari. Kemudian di Nguling, desa yang terdampak banjir yaitu Kedawang dan Mlaten.
Pihaknya pun mengimbau masyarakat pesisir tidak panik. Sebab, fenomena banjir rob terjadi setiap tahun. Namun warga harus tetap waspada. (zen/hn)
Editor : Muhammad Fahmi