PASURUAN, Radar Bromo - Usai molor, revitalisasi Pasar Besar Kota Pasuruan, akhirnya rampung.
Saat ini, kontraktor tinggal membersihkan sisa material pengerjaan. Pemfungsian masih menunggu petunjuk pemprov dan pimpinan.
Sebelumnya, revitalisasi di Pasar Besar molor dari waktu yang semestinya. Kontrak berakhir pada 25 Desember.
Ternyata, pelaksana dari CV Anugerah Multi Kreasi asal Kabupaten Nganjuk, tidak bisa menyelesaikan tepat waktu.
Hingga batas kontrak, realisasi pengerjaan yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Pemprov Jatim ini, hanya tergarap 96 persen. Kurang finishing. Pelaksana diberi kesempatan selama empat hari. Hingga 29 Desember.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan, Heri Dwijatmiko melalui Kabid Pasar, Slamet Riyadi menyebut revitalisasi Pasar Besar sudah 100 persen.
Pelaksana mampu mengerjakan kekurangan di masa perpanjangan selama empat hari.
"Alhamdulillah walau sempat molor, akhirnya bisa rampung. Saya lihat juga fisiknya tidak ada masalah," katanya.
Slamet menyebut, pembersihan menjadi tanggung jawab pelaksana. Dan bukan bagian dari kontrak pengerjaan.
Terkait pemfungsian kios yang direhab, pihaknya belum bisa memastikan. Sebab, ada informasi jika Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa akan meresmikan kios daging itu sebelum dipakai.
"Mungkin pertengahan Januari. Sebab informasinya mau diresmikan oleh Gubernur dulu. Mengingat, ini anggarannya dari pemprov," katanya.
Dalam revitalisasi senilai Rp 6,4 miliar ini, ada tujuh titik yang diperbaiki. Yakni, los daging, los asesoris, kios konveksi, kios hasil bumi, hydran, musala, toilet dan kanopi.
Alasannya, titik ini sudah tidak layak dan butuh perbaikan. Ada 203 pedagang pasar yang terdampak.
Selama revitalisasi, mereka direlokasi ke tempat berjualan baru. Yakni, di lantai 1 sisi selatan kantor UPT Pasar Besar, lantai 2 di sisi utara dan sisi selatan, area kios E, area los bunga, area los porselen dan los ikan.
Agus Budi, perwakilan dari pelaksana CV Anugrah Multi Kreasi menyebut pembersihan ditargetkan bisa rampung dalam sepekan.
Material yang cukup banyak, membuat pihaknya membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk membereskannya.
"Dalam sepekan insyaallah sudah bersih. Material yang perlu dibersihkan ini sisa bongkaran selama pengerjaan," tuturnya. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin