GEMPOL, Radar Bromo - Pengangkatan sedimentasi di saluran air tepi jalan nasional Surabaya-Malang, Desa Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo dan Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, memunculkan masalah di tengah masyarakat.
Pasalnya, tumpukan tanah hasil pengerukan yang ditampung dalam karung, dibiarkan begitu saja.
Tidak langsung dievakuasi ke tempat yang semestinya. Akibatnya, tumpukan karung tersebut, tidak hanya membuat pemandangan tak sedap dipandang. Tetapi juga, rentan memicu petaka bagi pengguna jalan.
Keluhan pun bermunculan dari warga. Salah satunya, Fakhrudin, warga Desa Ngerong, Kecamatan Gempol.
Ia memandang, penempatan karung berisi tanah tersebut, justru membahayakan pengguna jalan.
"Harusnya tanah dalam karung itu, langsung dievakuasi. Bukan malah dibiarkan berhari-hari dan ditinggal begitu saja. Bisa membahayakan pengguna jalan. Kalau ada yang celaka, apa mau tanggung jawab? Kasihan juga mereka yang punya usaha, tertanggu oleh karung-karung tersebut,” ujarnya kesal.
Pengawas lapangan dari Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim Bali ruas Sidoarjo - Kepanjen Dimas Prasetyo mengaku, evakuasi material pasti dilakukan.
"Kemarin fokus nyisir dari Malang Kota. Selanjutnya ke Pasuruan di Suwayuwo dan Kepulungan. Evakuasi material sedimennya pasti tetap dilakukan. Bergantian lokasi," kata Dimas. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin