PASREPAN, Radar Bromo-Warga RT 8/RW III, Dusun Ngepoh, Desa/ Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan geger. Itu setelah ledakan dahsyat memporak porandakan rumah warga setempat, Rabu pagi (20/8).
Rumah itu alami kerusakan. Selain itu, M Mustofa, sang cucu pemilik rumah juga alami luka parah akibat ledakan dari bondet alias bom ikan itu.
Pergelengan tangan Mustofa terputus. Selain itu, ia alami luka bakar di sekujur tubuhnya. Mustofa pun dievakuasi ke RSUD dr R Soedarsono.
“Kejadiannya sebelum subuh. Ledakannya sekali. Awalnya dikira ban truk meledak. Setelah ledakan itu, warga sudah ramai,” kata warga setempat, Rohman, 53.
Saat keluar rumah, kondisi sudah ramai. Warga berbondong-bondong menuju ke lokasi. Ternyata diketahui itu ledakan bondet.
“Saya takut ke lokasi waktu itu sudah. Karena ternyata kejadian bondet,” ujarnya.
Setiap harinya kata Rohman, Mustofa tinggal bersama neneknya berdua di rumahnya.
Mustofa juga jarang bersosial dengan tetangga. Sedangkan ke dua orangtuanya tinggal di Dusun sebelah.
Basori, 35 warga lainnya mengaku, dirinya tidak mengetahui saat terjadi ledakan. Setelah subuh tiba-tiba warga sudah ramai menyaksikan ledakan bondet.
“Evakuasi korban (Mustofa) pas pagi, itu polisi sudah datang,” sampainya.
Nenek terduga pelaku, Sundari saat dikonfirmasi dirinya tidak bisa menjawab karena kondisinya sudah pikun. Dia hanya menunjukan pergelangan tangannya sedikit lecet.
Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adimas Firmansyah membenarkan bahwa insiden itu merupakan ledakan bondet.
Rumah nyaris ambruk akibat ledakan tersebut. Dan diduga Mustofa adalah pemilik bondet tersebut.
Untuk penanganan pertama TKP, pihaknya sudah konfirmasi dengan tim Gegana Polda Jatim. Lalu dilakukan olah TKP oleh tim Inafis Polres Pasuruan untuk mengetahui asal usulnya.
“Pelaku sudah dievakuasi ke RDUD dr Soedaesono. Pergelangan tangan kanannya putus,” sampainya.
Sementara aktivitas Mustofa saat bondet meledak, masih diselidiki. Yang jelas, pelaku waktu kejadian sedang memegang bondet, jika dilihat dari kondisi tangannya kanannya yang sedang putus. (zen/mie)
Editor : Muhammad Fahmi