PASURUAN, Radar Bromo-Tak hanya rumah yang ditinggali Mohammad Afandi, 32, pelaku pembunuhan pada bocah 7 tahun yang masih tetangganya sendiri yang dirusak.
Rumah kakak kandung pelaku yang berada persis di sebelah rumah yang selama ini ditinggali Afandi dan ayahnya juga jadi sasaran amuk warga.
Dua rumah bersebelahan itu dirusak Sabtu malam (10/8). Tidak ada korban jiwa dslam peristiwa pengrusakan ini.
Namun aksi massa ini membuat satu buah rumah bercat hijau yang terletak di seberang rumah korban rusak berat.
Sehari harinya rumah ini ditempati oleh Afandi bersama ayahnya, Mnp.
Sementara, rumah bercat biru yang terletak di sebelahnya yang ditempati oleh kakak kandung pelaku, Ags, 40 mengalami rusak ringan.
Insiden perusakan rumah pelaku itu sejatinya sudah tercium sejak Sabtu sore.
Kakek korban, Rofik yang merupakan ayah dari Juli Eko Prasetyo, mantan suami Silvi (ibu korban) sempat mengamuk dan ingin menyerang rumah pelaku. Namun, saat itu, aksi ini bisa dicegah oleh warga.
Kades Sambisirah, Abdur Rohim menyebut amukan massa ini terjadi dua kali. Yakni ba'da maghrib usai pemakaman dan tahlil MHM (korban).
Saat itu, awalnya massa merusak kaca rumah hingga pecah. Amukan massa terhenti usai dilerai oleh warga setempat.
Namun, amuk warga kembali pecah tengah malam sekitar pukul 00.00, amukan massa kembali terjadi.
Kerusakan yang terjadi lebih luas. Massa membuang barang seperti pakaian milik afandi ke halaman.
Tiga buah motor, yakni Honda Vario dan dua motor honda tua yang diletakkan di dalam rumah juga turut jadi sasaran.
Ketiga buah motor ini juga dibuang ke halaman. Akibatnya, lampu depan motor pecah.
Selain itu, atap dan genting rumah afandi juga hancur. Tidak cukup sampai di situ, massa yang emosi juga menyasar rumah yang ditempati Ags.
Meski tidak mengalami kerusakan seperti rumah Afandi, namun atap dan genting di bagian depan hampir roboh. Dan dua tiang teras rumahnya terputus. Pagar besi di depan rumah ini juga roboh.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat terjadi pengrusakan, kedua rumah ini kosong. Sebab ayah pelaku, Manap dan kakaknya, Ags telah menyelamatkan diri sejak insiden terjadi. Infonya, mereka pergi melalui pintu belakang. Kerugian akibat pengrusakan ini belum diketahui.
"Ada dua rumah yang rusak. Kerusakan paling berat ya rumah yang ditempati oleh Afandi. Cuma rumah ini sudah kosong sejak Haidar dibawa ke rumah sakit," kata Kades.
Seperti diketahui, warga RT 2/ RW 4, Dusun Areng Areng Selatan, Desa Sambisirah, kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan geger.
Itu setelah, bocah setempat MHM, 7 ditemukan tewas bersimbah darah di ruang tamu rumahnya.
Bocah yang masih duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar itu dihantam berulang kali dengan belencong alias pecuk alias gancu.
Pelakunya adalah Afandi, 32 yang masih tetangganya sendiri. Warga tak mengira Afandi berbuat nekat. Sebab pelaku dan keluarga korban diketahui tidak pernah cekcok.
Selama ini, sepengetahuan tetangga, pelaku berperilaku baik. Tidak pernah membuat masalah apapun.
Hanya, Afandi memang diketahui sudah lama mengidap depresi atau stress. Warga menduga, Afandi depresi karena tidak punya pekerjaan tetap. (riz/mie)
Editor : Muhammad Fahmi