Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tragedi Terbaliknya Perahu Rombongan Pemancing di Perairan Lekok Pasuruan, 2 Orang Ini Dinilai Bertanggung Jawab

Fuad Alyzen • Rabu, 16 Juli 2025 | 12:35 WIB

 

 

NAHAS: Perahu Samudra yang terbalik di perairan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Hingga Selasa (15/7) jenazah 4 korban sudah ditemukan. 1 pemancing masih belum ditemukan. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
NAHAS: Perahu Samudra yang terbalik di perairan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Hingga Selasa (15/7) jenazah 4 korban sudah ditemukan. 1 pemancing masih belum ditemukan. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

LEKOK, Radar Bromo-Dua orang dinilai bertanggung jawab atas meninggalnya empat penumpang perahu Samudera, Minggu (13/7), di Pantai Dusun Pasir Panjang, Desa Wates, Lekok, Kabupaten Pasuruan.

Mereka tidak lain Jalaludin, 43, nakhoda yang juga pemilik kapal. Dan seorang awaknya yaitu Sahrul, 23.

Karena itu, keduanya sampai Selasa (15/7) masih diperiksa secara intensif oleh penyidik Polairud Polres Pasuruan Kota.

Pemeriksaan dilakukan di Mapolsek Lekok. “Sampai kini keduanya masih pemeriksaan,” terang Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota AKP Edy Suseno.

Ada dua alasan yang membuat keduanya dinilai sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas tragedi tersebut.

Pertama, perahu Samudera yang digunakan mengangkut 21 orang (termasuk nakhoda dan ABK), sebenarnya bukan perahu penumpang. Melainkan perahu nelayan atau perahu untuk memancing.

Bahkan, jumlah penumpang yang diangkut itu termasuk overload. Seharusnya, menurut petugas, perahu dengan ukuran 3 GT seperti perahu Samudera, hanya boleh mengangkut maksimal lima penumpang.

“Yang kedua, sebagai nakhoda dan ABK, aktivitas mereka menyebabkan orang meninggal,” lanjutnya.

Namun, pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Masih ada beberapa tahap yang harus dilakukan dalam penyelidikan kasus ini hingga nanti dilakukan gelar perkara.

“Hasilnya seperti apa, itulah nanti yang akan dijatuhkan pada orang-orang yang diperiksa. Saat ini masih dalam pemeriksaan dan masih fokus pencarian korban,” ujarnya.

Seperti diberitakan Jawa Pos Radar Bromo, agenda 19 pemancing mencari ikan di perairan Lekok,  berubah menjadi tragedi. Dalam perjalanan pulang, Minggu (14/7), perahu yang mereka tumpangi terbalik usai dihantam ombak besar.

Sebanyak 16 orang selamat, termasuk nakhoda yang juga pemilik kapal dan seorang AKB. Sementara itu, empat orang meninggal dan satu lagi belum ditemukan sampai kemarin (15/7).

Dua korban meninggal yaitu Acham Asfihani, 19, warga Dusun Kagengan, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Dia ditemukan Minggu (14/7) petang.

Satu korban lagi adalah Winarso, 32, warga Kelurahan/Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, yang jenazahnya ditemukan Senin (14/7) pagi.

Lalu pada Selasa (15/7) pagi, dua orang lagi ditemukan meninggal. Yaitu, Muzakky, 30, warga Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan dan Reza, 21, warga Dusun Takeran, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Jasad mereka ditemukan mengambang sekitar 5 kilometer atau 4 mil dari posko pencarian. (zen/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#tragedi #pasuruan #perahu terbalik #pemancing #tim sar #lekok