Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Produksi Garam di Kota Pasuruan Tertunda, Cuaca Menjadi Faktornya

Fahrizal Firmani • Selasa, 10 Juni 2025 | 20:05 WIB
GARAP: Petani garam di Kota Pasuruan yang tengah menggarap lahannya tahun lalu. Saat ini, produksi garam belum bias dilakukan, karena hujan masih kerap melanda.
GARAP: Petani garam di Kota Pasuruan yang tengah menggarap lahannya tahun lalu. Saat ini, produksi garam belum bias dilakukan, karena hujan masih kerap melanda.

PASURUAN, Radar Bromo - Cuaca kurang bersahabat yang terjadi beberapa pekan terakhir, mengganggu produksi garam di Kota Pasuruan.

Sampai pertengahan Juni, belum ada kelompok usaha garam (kugar) yang memproduksi. Padahal tahun lalu, Juni, ada yang sudah memulai.

Kepala Dinas Perikanan Kota Pasuruan, Muallif Arif menyebut produksi garam di Kota Pasuruan tahun ini, molor.

Belum ada kugar yang membuat garam. Cuaca yang kurang bersahabat, menjadi faktornya.

Sebab, produksi garam tidak bisa dilakukan saat cuaca masih sering hujan. Membutuhkan cuaca terik, agar hasilnya maksimal.

Bisa jadi, kugar masih menunggu saat cuaca di Kota Pasuruan panas dan tanpa disertai hujan.

"Kalau tahun lalu, bulan ini sudah ada yang membuat garam. Tahun ini belum ada. Sebab, hujan masih sering terjadi," katanya.

Ayik-sapaan akrabnya menuturkan, jumlah kugar dan luas areal tanam diprediksi tetap. Ada enam kugar di Kota Pasuruan.

Dengan luas lahan 107,89 hektar. Paling banyak di Kecamatan Panggungrejo.

Rinciannya, empat kugar di Kecamatan Panggungrejo memiliki luas lahan 71,32 hektar.

Lalu, satu kugar di Bugulkidul memiliki luas lahan 23,37 hektar dan produksi 781 ton.

Sementara, satu kugar lainnya berasal dari Kecamatan Gadingrejo, dengan luas lahan 13,3 hektar.

"Kami targetkan setidaknya bisa menyamai produksi tahun lalu. Tahun 2024 lalu juga kurang optimal, tapi bisa menghasilkan sebanyak 5.967 ton," tutur Ayik. (riz/one)

Editor : Jawanto Arifin
#kota pasuruan #garam #tambak #kemarau