Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Butuh Tambahan Bus Sekolah, Pemkot Pasuruan Minta Tambahan ke Pusat, Begini Alasannya

Fahrizal Firmani • Senin, 28 Oktober 2024 | 15:05 WIB
Ilustrasi Bus Sekolah
Ilustrasi Bus Sekolah

PASURUAN, Radar Bromo- Jumlah armada bus sekolah di Kota Pasuruan dinilai belum ideal. Karena itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan berusaha menambahnya. Salah satunya dengan mengajukan tambahan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

Kepala Dishub Kota Pasuruan Andriyanto mengatakan, Kota Pasuruan baru memiliki satu unit bus pelajar. Jumlah ini belum ideal. Masih dibutuhkan tambahan satu unit lagi.

Ia mengaku, tahun lalu sudah mengajukan tambahan bus sekolah ke Pemerintah Pusat. Namun, belum diterima.

Kemenhub kala itu menyebut belum ada anggaran pengadaan bus sekolah. Karena itu, pihaknya berniat mengajukan kembali tahun depan.

“(Pemerintah) Pusat menjanjikan untuk tahun 2025. Katanya, tahun depan ada pengadaan armada bus,” jelas Andri.

Ketersediaan bus sekolah, kata Andri, sangat membantu pelajar. Mereka memiliki pilihan untuk tidak lagi berjalan kaki, sehingga lebih cepat sampai ke sekolah.

Rute bus sekolah ini nantinya sama dengan rute lama. Mengingat, antusiasme pelajar memilih bus sekolah ini sangat tinggi. Sebab, di rute itu memang tidak dilintasi angkutan kota (angkot).

Ada sejumlah sekolah yang selama ini dilintasi bus sekolah. Di antaranya, SMPN 11, SMPN 1, SMPN 2, SMAN 1, dan SMAN 3.

Titik penjemputan di Simpang Tiga Hang Tuah, di depan Rusunawa Tambaan atau depan SMPN 11 di Jalan Halmahera. Serta, di depan gudang kayu di Jalan Kolonel Sugiono.

Sementara, untuk titik jemput saat siang di depan Ateja di Jalan Yos Sudarso dan depan Foodland di Jalan Soekarno Hatta. Serta, di depan Gedung Wolu di Jalan Soekarno Hatta.

“Semoga usulan kami diterima. Sebab, memang butuh karena antusiasme siswa dengan adanya bus sekolah ini sangat tinggi,” ujar Andri.

Andri mengaku memang tidak mengusulkan lewat APBD karena akan sulit disetujui. Sebab, masih banyak program Pemkot yang lebih mendesak untuk segera direalisasikan.

Apalagi satu bus sekolah yang dimiliki Pemkot sebelumnya adalah juga bantuan dari Kemenhub. (riz/rud)

Editor : Ronald Fernando
#kota pasuruan #bus sekolah #dishub