PASURUAN, Radar Bromo - Lapas IIB Pasuruan semakin overload. Saat ini, hunian mencapai 808 warga binaan (WB).
Idealnya 500 WB. Ini setelah ada enam WB baru yang masuk. Mereka titipan dari Polres Pasuruan Kota.
Namun keenam WB ini tidak langsung dimasukkan ke kamar hunian seperti WB lainnya.
Mereka menempati shelter yang disiapkan khusus oleh Lapas di sisi timur kamar hunian. Mereka dipisah selama dua pekan.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Taufiqul Hidayatullah menyebut, ada 747 narapidana dan 55 tahanan yang menghuni lapas.
Ditambah enam tahanan baru, yang masuk pekan lalu.
Namun demi keamanan, keenamnya tidak langsung dikumpulkan dengan para WB lainnya di blok WB.
Mereka mengikuti masa pengenalan lingkungan (mappeling) dengan menempati shelter terpisah.
“Kan mereka dari luar. Jadi dipisah dulu sementara, selama dua pekan. Baru setelah itu, digabung dengan WB lain,” katanya.
Taufik menyebut, pemisahan ini dilakukan, agar WB tetap aman dan sehat. Sehingga, saat ada WB baru yang mengalami sakit, bisa langsung ditangani.
Tidak sampai menularkan penyakit tersebut, ke ratusan WB lainnya, karena berada dalam satu blok.
“Namun untuk kegiatan yang diikuti tetap sama. Harus mengikuti sholat berjamaah dan kegiatan penting lainnya, selama menghuni lapas,” tutur Taufik. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin