Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pasokan Air Perumdam di Kota Pasuruan Mampet, Warga Sampai Patungan Beli Air

Muhamad Busthomi • Selasa, 19 Desember 2023 | 14:10 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PASURUAN, Radar Bromo - Pasokan air bersih dari Perumdam Tirta Umbulan Kota Pasuruan belum maksimal.

Bahkan, ada pelanggan yang sampai berbulan-bulan tidak mendapatkan pasokan air. Kondisi ini memaksa sebagian warga patungan membeli air.

Seperti disampaikan Anggota DPRD Kota Pasuruan Helmi. Politisi yang tinggal di Perumahan Surya Kencana ini mengatakan, pasokan air perumdam sudah bermasalah sejak sekitar tiga bulan lalu. Awalnya air hanya mengalir pada jam-jam tertentu. Seperti tengah malam. “Sekarang tidak keluar sama sekali,” ujarnya.

 

 

Banyak pelanggan yang mengeluh dengan tidak lancarnya pasokan air ini. Sebagian warga pun akhirnya memakai air dari sumur bor untuk kebutuhannya. Meski secara kualitas jauh berbeda dengan air perumdam. “Sebenarnya juga terpaksa pakai air sumur,” ujar legislator PAN ini.

Sebagian warga yang lain, menurut Helmi, harus patungan membeli air. Ia berharap layanan perusahaan daerah ini bisa berbenah. Apalagi setelah pergantian direktur.

Menurutnya, jangan sampai keluhan pelanggan masih tinggi gara-gara pasokan air kerap terkendala. Terlebih dengan target pemerintah untuk kembali menggaet belasan ribu pelanggan nonaktif. “Kalau pelayanannya tetap begini-begini saja, orang akan mikir untuk berlangganan,” ujarnya.

 

 

Keluhan terkait macetnya pasokan air bersih dari perumdam ini, kata Helmi, tidak hanya di kalangan perumahannya. Ketika turun ke daerah pemilihannya di Kecamatan Panggungrejo, juga banyak mendengar permasalahan serupa.

“Masalah ini hampir dipastikan ada dalam hasil jaring aspirasi saya. Keluhannya dari dulu nggak selesai-selesai,” jelasnya.

Terpisah, Direktur Perumdam Tirta Umbulan Kota Pasuruan Yoyok Widoyoko mengatakan, timnya masih menelusuri permasalahan dimaksud. Setiap ada kendala, memang harus merunut jaringan distribusi secara keseluruhan. Dari hulu hingga hilir di sambungan rumah pelanggan.

“Ini kami masih fokus dari hulunya SPAM regional masuk kawasan Petahunan Sebani sampai Kraton, belum selesai,” katanya.

 

 

Ia juga meminta pelanggan bersabar. Sebab, penelusuran kendala pada jaringan distribusi cukup menyita waktu. Mengingat selama ini jaringan distribusi tidak dilengkapi peta jaringan, sehingga ketika ada kendala, cukup menyulitkan petugas.

“Kami juga sedang upayakan menyusun peta jaringan berbasis GIS, sehingga memudahkan penanganan,” ujarnya. (tom)

Editor : Ronald Fernando
#pdam kota pasuruan #pemkot pasuruan #air mampet