Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Evakuasi Pesawat Super Tucano yang Jatuh di Pasuruan Hanya Bisa Dilakukan Manual

Mokhamad Zubaidillah • Minggu, 19 November 2023 | 14:23 WIB
SULIT DIJANGKAU: Bangkai pesawat Super Tucano yang terjatuh di Desa Wonorejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. Inset, Proses evakuasi dilakukan sejak Jumat (18/11) dan beberapa bagian penting pe
SULIT DIJANGKAU: Bangkai pesawat Super Tucano yang terjatuh di Desa Wonorejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. Inset, Proses evakuasi dilakukan sejak Jumat (18/11) dan beberapa bagian penting pe

PUSPO, Radar Bromo - Empat perwira TNI AU yang gugur dalam insiden kecelakaan dua pesawat Super Tucano, sudah dimakamkan semuanya.

Setelah pemakaman, Lanud Abdul Rahman Saleh harus menuntaskan evakuasi bangkai pesawat yang sampai kemarin masih berada di lokasi. Proses evakuasi pun tidak mudah dan hanya bisa dilakukan dengan cara manual.

Sabtu (18/11), sejatinya proses evakuasi dilakukan di dua titik. Masing-masing di Keduwung, Puspo dan Wonorejo, Lumbang. Dua lokasi ini memang beda kecamatan tapi masih berbatasan.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, proses evakuasi masih melibatkan TNI AU dan lintas instansi.

Personel TNI AU bertugas mengevakuasi bagian pesawat. Sementara instansi lain seperti Polri (Polres Pasuruan, Polsek Puspo, Brimob) hingga BPBD, mengamankan lokasi agar steril dari warga.

Personel dibagi menjadi dua tim dengan membangujn dua posko untuk dua TKP. Posko pertama di area Penanjakan, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari.

Ada beberapa petugas gabungan, termasuk dari TNI AU. Petugas siaga menyiapkan sarpras untuk evakuasi pesawat di Wonorejo, Lumbang.

Di posko ini, evakuasi berencana menggunakan akses lewat jalur Bromo. Terlihat di posko ini ada sejumlah truk dinas.

Ada tiga yang stand by di posko. Yaitu di area Penanjakan, di masjid BSI dan di atas Bukit Cinta. Di posko ini terlihat peralatan seperti gergaji mesin dan gerinda.

Tim kedua, ada di TKP di Desa keduwung. Tim ini menempati posko di Balai Dusun Keduwung. Di posko ini ada personel gabungan dari TNI AU. Juga dari polsek dan warga untuk evakuasi.

Menurut sumber radarbromo.jawapos.com yang dirangkum, evakuasi di dua titik ini sulit. Sebab, kondisi medannya susah diakses dengan kendaraan.

Di pos ini, ada dua truk diesel yang rencananya akan digunakan untuk mengangkut puing-puing pesawat.

Namun hanya sebagian puing pesawat yang diangkut, terutama yang penting.

Bagian pesawat yang dievakuasi akan diangkut ke Lanud.

Witara, warga Desa Wonokitri mengatakan bahwa para personel ini sudah tiga hari menginap di posko. Jarak posko di Pananjakan ke lokasi peawat jatuh di Desa Wonorejo, Lumbang, lumayan jauh.

Untuk jalan kaki sekitar 2,5 jam. Sementara untuk di posko Keduwung, dari posko ke lokasi sekitar 1,5 jam untuk jalan kaki.

BANYAK PIHAK: Personel lintas instansi yang berjaga di sekitar lokasi evakuasi pesawat Super Tucano yang jatuh di Desa Wonorejo, Kecamatan Lumbang.
BANYAK PIHAK: Personel lintas instansi yang berjaga di sekitar lokasi evakuasi pesawat Super Tucano yang jatuh di Desa Wonorejo, Kecamatan Lumbang.

Di posko Penanjakan, tim harus melalui area perkebunan kentang. Sementara di Kuduwung, tim juga harus berjalan di area perbukitan.

Sementara itu, Kadispen TNI AU Marsma Agung Sasongkojati kemarin kembali menggelar rilis di Lanud Abdul Rahman Saleh. Dia pun menegaskan bahwa evakuasi tidak bisa menggunakan helikopter, seperti yang semula direncanakan. Sebab, kondisi cuaca di TKP berubah-ubah.

Untuk menuju lokasi pesawat terjatuh, cuaca yang dihadapi terkadang berkabut dan berangin. Disamping itu wilayahnya juga perbukitan. Sehingga jika menggunakan helikopter, risiko akan besar. Mesin bisa turbulensi.

Sehingga cara manual adalah yang paling baik. Meski harus melintasi jalan perbukitan dengan kemiringan yang sulit untuk diakses.

Adapun sampai Sabtu (18/11), kepingan pesawat yang sudah diangkut bukan daya data recorder. Tetapi bagian dari senapan mesin. Walau tidak membawa pelurunya, kata Sasongkojati, tetapi senapan mesin ini perlu diamankan. Sebab ini adalah pesawat militer yang desainnya tentu berbeda dengan pesawat umum.

Selain itu ada bagian cartdriges  yang berisikan bahan peledak. “Seperti kursi pelontar, bahan peledak bila roda macet. Bahan peledak semuanya sudah diamankan,” beber Sasongkojati.

Pihaknya pun berterima kasih kepada banyak pihak yang sudah membantu TNI AU. “Kami berterima kasih terhadap rekan-rekan dari Polri dan TNI AD dan warga. Semuanya sigap untuk membantu evakuasi, dari sejak awal kejadian,” beber Sasongkojati.

Apa yang disebutkan Kadispen TNI AU, senada dengan jajaran kepolisian. Kapolsek Puspo AKP Kuncoro mengatakan, semenjak insiden jatuhnya pesawat, jajaannya ikut membantu mengamankan lokasi. Ini dilakukan agar lokasi tetap steril.

Kuncoro yang juga sempat ke lokasi mengatakan, tidak mudah untuk menuju ke tempat pesawat jatuh. Seperti siang kemarin, kabut tebal dan awan mendung turun.

“Kami hanya membantu untuk mengamankan lokasi agar aman dari jangkauan warga. Sementara untuk evakuasi, dilakukan jajaran TNI AU sendiri,” beber Kuncoro. Pihaknya pun siap untuk meng-cover mengamankan lokasi agar memperlancar evakuasi. (ube/fun)

Editor : Ronald Fernando
#pesawat jatuh pasuruan #lanud abd saleh #pesawat jatuh #tni au