KEJAYAN, Radar Bromo - SMK Salafiyah di Desa Wrati, Kecamatan Kejayan, tiba-tiba heboh, Jumat (1/9) pagi. Iqbal, 17, salah satu pelajar di sekolah itu nyemplung ke sumur sedalam 20 meter di halaman belakang sekolah. Beruntung, remaja itu berhasil dievakuasi oleh petugas Damkar Kabupaten Pasuruan.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00. Saat itu, korban yang berasal dari Desa Wrati sedang bermain bersama sejumlah temannya di halaman sekolah. Saking asyiknya bermain, korban tidak perhatian ada sumur. Dia pun jatuh ke dalam sumur, terjebak di dalamnya.
Mengetahui hal itu, teman-temannya langsung melapor pada guru sekolah setempat. Sejumlah guru langsung mengecek kondisi korban. Mereka sempat berusaha menyelamatkan, namun sadar sulit dilakukan.
Akhirnya, sekolah menghubungi petugas Damkar Kabupaten Pasuruan. Sekitar pukul 08.15, tim Damkar tiba di lokasi.
“Anak ini tidak bisa bergerak. Sebab, diameter sumur kecil. Seukuran badan tidak cukup. Jadi, korban terperangkap,” terang Danru Damkar Kabupaten Pasuruan Bagio.
Petugas pun menurunkan tripot dan katrol untuk mengevakuasi korban. Sepuluh petugas lantas bergotong royong menaikkan tubuh korban dari sumur.
Awalnya, seorang petugas turun ke dalam sumur untuk mengikat korban dengan tali. Setelah dipastikan tali kuat, petugas naik sembari menarik tubuh korban sedikit demi sedikit.
Kerja keras itu pun berhasil. Hampir tiga jam kemudian atau sekitar pukul 11.00, korban berhasil diangkat dari dalam sumur. Tubuhnya basah kuyup dan dalam keadaan syok.
“Alhamdulillah tidak ada luka. Lalu petugas pun kembali ke tempat (Mako) sekitar pukul 11.00,” ujarnya.
Bagio menyebut, sumur itu sendiri dipakai mengambil air untuk kegiatan pembangunan di sekolah itu. Itulah kenapa sumur itu tidak ditutup.
“Informasi yang kami dapat, sedang ada pembangunan di sekolah itu. Sumur itu dipakai untuk mengambil air. Jadi, sumur itu tidak ditutup,” tuturnya. (zen/hn)
Editor : Jawanto Arifin