Untuk melepasnya, warga RT 2/ RW 1, Kelurahan Gadingrejo, itu pun terpaksa memanggil petugas damkar. Untuk dievakuasi, melepas cincinnya yang telah sesak itu.
Upaya pelepasan cincin pada Jumat (9/6) lalu itu berjalan tak mudah. Awalnya, jari diolesi sabun untuk pelicin. Namun, upaya itu belum membuahkan hasil.
Sebab, cincin sudah terlalu kecil. Cincin itu harus dibelah agar bisa dibuka. Petugas damkar lantas memasukkan besi di cincin sebagai pelindung kulit. Lalu dipotong dengan gerenda kecil. Tak lupa, selama proses pemotongan, disiram air. Agar percikan pemotongan besi tak mengenai kulit.
Upaya itu akhirnya membuahkan hasil. Cincin itu akhirnya berhasil dilepas. “Katanya sangat lega begitu cincinnya sudah terlepas. Tidak khawatir lagi,” ujar Kalaksa BPBD Kota Pasuruan Samsul Hadi.
Menurut Samsul Hadi, menggunakan cincin yang sudah kekecilan memang berisiko. Yakni bisa memacu iritasi hingga menghambat jalannya aliran darah di jari. (zen/mie) Editor : Jawanto Arifin