Untungnya dia bertemu dengan personel Satpol PP setelah mendapat laporan warga. Setelah diamankan, Andrian lalu sempat dibawa ke shelter. Dia akhirnya kembali ke pangkuan keluarganya yang berada di wilayah Jatim.
“Rabu (17/5) siang. Ia ditemukan warga di Jalan Wahidin, depan RSUD dr R Soedarsono,” ujar Polisi Pamong Praja Ahli Muda, Roy Sidharga Wijayanto.
Saat itu kondisi Andrian seperti orang linglung. Tak nyambung saat diajak bicara. Ternyata Andrian mengalami depreasi. Ini dialaminya setelah kedua orangtuanya meninggal.
Nah, karena dianggap menyusahkan keluarga lainnya, akhirnya dia ditelantarkan. Hingga kemudian dia terlantar di Kota Pasuruan.
Saat diamankan, Andrian sempat ditanya. Tetapi karena komunikasi tak lancar, dia dibawa ke markas Satpol PP dan kemudian diserahkan ke Dinas Sosial untuk mendapat pembinaan.
Saat dibawa ke Dinsos inilah ada ada salah satu pegawai yang mengenalnya. Pegawai itu kenal karena Andrian pernah ikut gym. Alhasil, Dinsos berhasil menemukan keluarganya yang di Kabupaten Malang dan mengontaknya. Dinsos akhirnya mengantarkan Andrian ke tempat keluarganya yang ada di Malang.
Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan Kukuh Arie Hidayat membenarkannya. Memang sempat ditampung di shelter PKSAI dalam waktu sehari. “Dan hari ini (kemarin, red) sudah kami antar ke malang dan Alhamdulillah bertemu dengan keluarga,” ungkapnya. (zen/fun) Editor : Ronald Fernando