Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jelang Ramadan, Ramai-ramai Cuci Perlengkapan Ibadah

Jawanto Arifin • Senin, 20 Maret 2023 | 18:40 WIB
TRADISI: Sejumlah warga gotong-royong mencuci karpet jelang Ramadan di kawasan Sumber Air Umbulan di Desa Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Minggu (19/3) siang. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)
TRADISI: Sejumlah warga gotong-royong mencuci karpet jelang Ramadan di kawasan Sumber Air Umbulan di Desa Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Minggu (19/3) siang. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)
WINONGAN, Radar Bromo - Beberapa hari menjelang Ramadan, tradisi mencuci karpet di sungai mulai dilakukan warga. Banyak yang mencuci di kawasan Sumber Air Umbulan di Desa Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Minggu (19/3). Jumlahnya bahkan mencapai ratusan dari sejumlah daerah di Kota maupuan Kabupaten Pasuruan.

Sepanjang sungai buangan di sisi utara penampungan utama Sumber Umbulan pun ramai kemarin. Tepatnya di depan instalasi PDAM Kota Pasuruan yang ada di Umbulan. Warga sibuk mencuci semua peralatan ibadah masjid dan musala yang mereka bawa.

Salah satunya, Zainulloh, 23, remaja Masjid Roudlotul Muttaqin di Desa Kalipang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Dia dan rekan-rekannya memang rutin mencuci karpet masjid setahun sekali. Biasanya dilakukan sepekan menjelang Ramadan.

Ia datang tak hanya bersama remaja masjid, juga para ibu jamaah masjid. Sekitaran 10 jenis alat ibadah mereka cuci. Mulai karpet masjid, sajadah, satir atau kain tirai pembatas jamaah pria dan wanita, juga peralatan salat lainnya.

“Karena jumlahnya cukup banyak, kami beramai-ramai mencuci bersama-sama. Kegiatan ini sudah biasa kami lakukan setiap tahun menjelang bulan Ramadan,” ungkapnya saat ditemui di tepi Sungai Umbulan.

Abdullah, 35, takmir salah satu masjid di Desa Jimbaran, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, juga mencuci karpet di tempat yang sama. Dia datang bersama rombongan menggunakan pikap.

Sumber Air Umbulan dipilih karena airnya bersih. Lalu, debit airnya juga melimpah. Lalu, tempat untuk menjemur juga memadai. Ia bisa memanfaatkan pagar besi dan fondasi bebatuan yang banyak dijumpai di kawasan tersebut untuk menjemur karpet-karpet berukuran jumbo yang telah dicuci.



“Dari dulu kami rutin mencuci karpet dan hambal di tempat ini menjelang puasa. Airnya jernih dan bersih. Sangat cocok dipakai menyucikan peralatan ibadah milik masjid kami,” terang Abdullah.

Tradisi mencuci karpet di Umbulan rupanya tak hanya dilakukan warga Kabupaten Pasuruan. Tapi, juga sebagian warga Kota Pasuruan.

Salah satunya Sigit, 30, warga RT 01/RW 03 Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo. Bersama enam rekannya, dia mencuci karpet masjid di tempat ini.

Sigit mengaku rutin mencuci karpet saat mendekati Ramadan. Meski sudah menjadi tradisi, ia menjelaskan tidak ada ritual khusus dalam proses tersebut. Yang dilakukan cukup mencuci dan bersih-bersih.

“Jadi tak ada ritual khusus. Karpet dan sajadah ini dicuci supaya bersih dan suci. Sebab, akan dipakai untuk salat Tarawih. Selain itu, kami bisa mandi di tempat ini. Airnya segar sekali,” ungkap pemuda yang juga pengurus Musala Al-Hidayah di kampungnya itu.

Kebiasaan mencuci peralatan ibadah menyambut Ramadan di kawasan Sumber Umbulan ini sudah dilakukan bertahun-tahun. Biasanya, warga ramai mencuci selama sepekan sebelum Ramadan. Sebelumnya, warga bebas memilih tempat untuk mencuci karpet di kawasan Sumber Umbulan. Seperti di sungai buangan di sebelah barat dan sekitar sumber utama mata air Umbulan. Namun, sejak dua tahun lalu, warga dilarang masuk. Apalagi mencuci di area yang kini dinyatakan steril tersebut. (ube/hn) Editor : Jawanto Arifin
#ramadan #tradisi ramadan