Salah seorang saksi, Ahmadi mengatakan, truk itu terguling sekitar pukul 03.00. Truk berjalan dari timur ke barat. Namun, tiba-tiba oleng saat mendekati pertigaan Tambakrejo.
“Dari timur kelihatan lajunya oleng-oleng. Seperti banting setir, kemudian nyasak median jalan,“ ungkap Ahmadi.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan Kota Iptu Prasetyo Budiarto mengungkapkan, truk muatan pasir itu berangkat dari Lumajang. Samsul Efendi, pengemudi truk asal Tempeh, Lumajang, diduga kelelahan selama perjalanan. Hingga kemudian ngantuk dan mengakibatkan kecelakaan tunggal.
“Pengemudi tidak mampu menguasai kendaraan karena mengantuk. Sehingga, truk terguling setelah menabrak median,“ ungkap Prasetyo.
Begitu terguling, sebagian besar pasir muatannya tumpah. Menutup akses jalan dari dua arah. Kendaraan yang melintas dari arah Probolinggo maupun Surabaya berjalan lamban. Arus lalu lintas sempat mengular.
“Akses lalu lintas dari dua arah sempat terhambat,“ katanya.
Namun, Prasetyo memastikan kepadatan lalu lintas perlahan terurai. Polisi dibantu anggota TNI dan warga sekitar melakukan evakuasi. Meski cukup memakan waktu.
Bahkan, petugas sampai mendatangkan alat berat berupa backhoe untuk mempercepat evakuasi. Baru kemudian truk yang melintang di jalan dievakuasi dengan mobil derek.
“Kami juga kerahkan anggota untuk mengatur lalu lintas supaya tidak terjadi kemacetan yang lebih parah,“ ujarnya.
Prasetyo mengimbau agar setiap pengemudi kendaraan beristirahat ketika lelah maupun ngantuk. Tidak memaksakan diri untuk berkendara. (tom/hn)
Editor : Muhammad Fahmi