Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan UPT PJJ Probolinggo Wilayah Pasuruan Rino Wahyu mengatakan, progres perbaikan di dua titik jalan longsor itu mencapai 5 persen. Masih minim. Itu terjadi karena di daerah tersebut beberapa kali turun hujan. Para pekerja terpaksa menghentikan kegiatan pekerjaan beberapa kali.
”Karena hujan sangat deras. Para pekerja menghentikan pekerjaannya,” katanya.
Rino menyebutkan, jika tidak ada kendala, target progres pengerjaan perbaikan seharusnya sudah mencapai 9 persen. Untuk itu, pekan ini pekerjaan harus ditingkatkan. Target harus mencapai 15 persen. Artinya, pelaksana proyek harus mengejar keterlambatan 10 persen.
"Insyaallah bisa. Ini material sudah datang. Ya, tentunya harus dikejar keterlambatan itu," tandasnya.
Selain faktor hujan, ada masalah klasik yang menerpa proyek itu. Apa itu? pembayaran down paymment (DP) pembiayaan proyek. Hampir setengah bulan pasca penandatanganan tender proyek akhir Agustus lalu, tidak ada kegiatan. Baru setelah DP terbayarkan, pertengahan September, proyek mulai dikerjakan.
”Iya memang belum dibayar DP-nya. Jadi sempat lama tak dikerjakan," jelasnya.
Proyek itu langsung dikerjakan bersama. Rino tak mau proyek senilai Rp 2,5 miliar itu dikerjakan satu per satu. Sebab, waktunya hanya 4 bulan. Kini terpakai 1 bulan. Dia berharap akhir bulan ini nanti sudah finishing.
”Kami harapkan finishing bulan ini ya. Meski target di kontrak sampai 22 November. Sebab, November itu biasanya hujan pasti tinggi,” terang Rino. (sid/far) Editor : Jawanto Arifin