Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Keamanan Jalur Bromo via Tosari Perlu Ditingkatkan

Fandi Armanto • Senin, 2 Agustus 2021 | 19:05 WIB
PERHATIKAN KEAMANAN: Pengendara motor melintas di jalur menuju kawasan Gunung Bromo melalui Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. (Foto: M Zubaidilah/Jawa Pos Radar Bromo)
PERHATIKAN KEAMANAN: Pengendara motor melintas di jalur menuju kawasan Gunung Bromo melalui Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. (Foto: M Zubaidilah/Jawa Pos Radar Bromo)
PASURUAN, Radar Bromo- Tingkat kunjungan wisata yang ke kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melalui Kabupaten Pasuruan, terbilang kalah dari daerah lain. Kondisi ini disebabkan jalur menuju destinasi wisata nasional itu kurang aman.

Hal itu diungkap anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Subrianto. Sebagai anggota dewan dari daerah pemilihan (dapil) 5 meliputi Tutur, Puspo, Tosari, Purwosari, dan Purwodadi, ia mengaku mendapatkan banyak keluhan dari pegiat wisata. Maklum, dapilnya merupakan daerah wisata.

“Saya sering turun. Temuan saya, banyak wisatawan yang mengeluh,” ujarnya.

Keluhan itu mayoritas mengenai fasilitas umum (fasum) dan tentang keamanan akses wisata. Di bandingkan daerah lain, kata Subrianto, fasum seperti rest area belum ada. Begitu juga dengan tingkat keamanan menuju ke lokasi wisata.

“Ada wisata di daerah timur. Katanya, pengunjungnya dipalak orang tak dikenal. Ini owner-nya yang bilang. Seperti ini kan seharusnya sudah tidak ada lagi. Kalau terus-terusan, tentunya bakalan mengganggu dan wisatawan takut,” jelasnya.

Menurutnya, pemerintah harus turun tangan. Soal jalan sudah bagus. Tetapi, yang diperlukan adalah penerangan. Baik lewat Purwodadi ataupun lewat Pasrepan. Minimnya penerangan jalan bisa membuat aksi kriminalitas meningkat.

“Kalau gelap bahaya. Meski tidak dipungkiri siang juga bisa terjadi. Karena itu, harus ada langkah-langkah dari pemerintah untuk mengatasi ini," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan Eka Wara Brehaspati mengatakan, pihaknya terus melakukan pelayanan kepariwisataan. Tujuannya, untuk mewujudkan wisata yang aman dan nyaman bagi wisatawan.

“Tentunya kami terus melakukan pelayanan. Bukan hanya nyaman, tapi keamanan harus dijaga. Untuk keamanan kami terus berkoordinasi dengan pihak TNI, Polri, dan muspika terkait,” ujarnya.

Mengenai rest area, kata Wara, sebenarnya di Kecamatan Tosari, sudah ada. Lokasinya di atas kantor kecamatan. “Sudah ada. Tentunya untuk fasum tetap kami penuhi,” ujarnya. (sid/rud) Editor : Fandi Armanto
#keamanan ke bromo #tosari bromo #jalur ke bromo