Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Perpustakaan di Kota Pasuruan Buka Lagi, Tapi Pengunjung Masih Sepi

Jawanto Arifin • Minggu, 27 Juni 2021 | 03:00 WIB
LENGANG: Suasana di Perpustakaan Sekargadung yang nampak sepi. (Foto: M Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)
LENGANG: Suasana di Perpustakaan Sekargadung yang nampak sepi. (Foto: M Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)
PASURUAN, Radar Bromo - Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Pasuruan siap melayani masyarakat literasi lagi. Setelah beberapa bulan layanan dibatasi akibat pandemi, sekarang perpusda buka setiap hari. Permintaan buka sangat tinggi. Namun, pengunjung diminta mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pasuruan Titrit Satrija Nimpuna menyatakan, perpusda baru dibuka awal pekan ini. Setiap hari, masyarakat boleh berkunjung hingga pukul 14.00. Kecuali Sabtu, perpusda hanya buka sampai pukul 12.00. Sebelumnya, perpusda hanya dibuka tiga hari dalam sepekan.

”Kemarin-kemarin tetap buka, namun dibatasi. Tidak setiap hari. Mulai pekan ini kami buka layanan setiap hari karena banyaknya permintaan,” kata Titrit.

Photo
Photo
MASIH SEPI: Beberapa pengunjung membaca buku di perpustakaan daerah milik Pemkot Pasuruan. (Foto M. Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

Meski begitu, kata Titrit, kunjungan perpusda memang masih sepi. Berbeda jauh dengan sebelum pandemi. Biasanya perpustakaan menggandeng sekolah-sekolah untuk menjadwalkan kunjungan siswanya. Kegiatan itu belum bisa dilakukan lagi dalam waktu dekat. Sementara ini, yang berkunjung hanya masyarakat umum.

”Program kami kan memang mengajak anak-anak sekolah gemar membaca, makanya dari dulu kami libatkan sekolah juga,” bebernya.

Menurut dia, kunjungan perpusda rata-rata baru 15 orang saban hari. Titrit memastikan meminta seluruh pengunjung untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Di samping itu, Titrit mengatakan bakal lebih gencar menyediakan perpustakaan keliling bagi masyarakat. Sejauh ini, ada empat armada yang bisa dimaksimalkan untuk perpustakaan keliling.

”Saat ini kami upayakan hadir di kegiatan-kegiatan masyarakat. Misalnya posyandu, kami sediakan buku yang ringan untuk dibaca ibu-ibu. Bisa sambil mengantre layanan,” tandasnya. (tom/far) Editor : Jawanto Arifin
#perpustakaan kota pasuruan #perpustakaan selama pandemi #literasi kota pasuruan