Balap liar masih kembali terjadi di Kota Pasuruan. Bahkan di awal pekan puasa seperti beberapa waktu lalu, sejumlah pemuda tampak lepas start di Jalan Panglima Sudirman, tepatnya di dekat jembatan Margo Taruno, Kelurahan/Kecamatan Purworejo menjelang sahur.
Mereka tampak tidak peduli aksinya ini akan terjaring petugas atau mengganggu warga yang tengah bersiap menyantap sahur untuk berpuasa. Dengan sedikit aba-aba, ketiga pemuda itu langsung menggeber kendaraan mereka ke arah utara. Tentu ini sangat disayangkan mengingat saat ini memasuki bulan Ramadan.
Sejumlah pemuda yang ditemui, mengaku mereka tidak sedang balapan. “Kami hanya setting motor kok. Ya sembari nunggu sahur,” ujar salah satu pemuda dengan nada ketus.
Dini hari menjadi waktu yang pas bagi mereka, yakni sebelum sahur atau rentang pukul 00.00-02.00. Di atas pukul itu, biasanya ada polisi yang patroli.
https://radarbromo.jawapos.com/pasuruan/12/04/2021/polisi-balap-liar-terkendali-tak-perlu-tambah-pita-kejut/
Di sisi lain, walau hanya setiing motor, warga sekitar Jalan Panglima Sudirman, mengaku resah. Sebab, itu juga bisa memunculkan aksi balap liar.
“Memang sudah diantisipasi dengan adanya pita kejut. Tapi titik pita kejut Cuma ada dua. Nah, diantara dua titik itu ada jarak lebih 300 meter. Di jarak rentang itulah balap liar bia digelar, sehingga (balap liar, Red) masih ada. Apalagi selama puasa ini. Polisi harus lebih rutin patroli,” beber Mursifak, salah satu warga Jalan Jambangan.
Terpisah, Kasatlantas Polres Pasuruan Kota, AKP Yudiono mengaku, pihaknya tidak mengetahui adanya aksi balap liar. Sebab, setiap harinya, ada 35 personel gabungan dari Polres Pasuruan Kota dan Satpol PP setempat yang berjaga di Jalan Panglima Sudirman mulai menjelang sahur hingga subuh. Tujuannya untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadan.
"Kapan itu? Lha wong anggota berjaga di Jalan Pangsud setiap harinya saat sahur. Nanti kita bentuk tim kecil kita untuk mengingatkan dan kalau ketangkap minimal 2 bulan tidak boleh diambil," sebut mantan Kasat Lantas Polres Sumedang ini. (riz/fun) Editor : Jawanto Arifin