Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris mengatakan, bangunan yang rusak akibat gempa di kabupaten terus bertambah.
Di hari pertama, BPBD mencatat 13 rumah warga yang rusak. Serta kerusakan pada hotel, rest area, gedung madin, masjid, dan pura masing-masing satu bangunan.
“Hari ini kami lanjutkan pendataan. Jumlah rumah warga yang rusak bertambah jadi 16 rumah,” kata Harris.
Dia tak merinci di mana saja rumah yang rusak. Hanya saja, kata Harris, kerusakan bangunan tersebar di tiga kecamatan. Yakni, Tosari, Puspo, dan paling banyak di Tutur. Di kawasan itu pula, ada sebuah pura yang baru diketahui rusak kemarin.
“Jadi pura yang rusak ada dua. Kemarin di Tosari. Setelah kami telusuri hari ini, ada satu lagi di Tutur,” bebernya.
Dia juga memastikan, tidak ada korban jiwa akibat gempa di Malang. “Hanya kerugian material,” kata Harris.
Dan untuk mengetahui besaran kerugian material itu, pihaknya memerlukan waktu untuk melakukan asesmen teknis. “Sekarang baru pengumpulan data-data dulu dan penanganan darurat,” ujarnya.
Dia juga memperkirakan masih ada bangunan rusak yang belum terdata. Sehingga kemungkinan objek yang terdampak gempa bisa bertambah. “Sejauh ini tingkat kerusakannya ringan dan sedang,” terangnya.
Menurutnya, kerusakan yang tergolong ringan bisa ditangani bersama warga. Tentu dengan dukungan pemdes dan kecamatan setempat. Pihaknya juga meminta masyarakat untuk waspada.
“Antisipasi kalau bangunannya rapuh dan tua untuk dapat dihindari sementara waktu,” pungkasnya. (tom/hn) Editor : Jawanto Arifin