Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Banjir Lagi akibat Kali Petung-Gembong Meluap, Arus Lalin Macet

Fandi Armanto • Rabu, 6 Januari 2021 | 05:06 WIB
TERGENANG: Kendaraan yang melintas di Jalan Juanda tepatnya di bukwedi di Blandongan, harus pelan-pelan karena jalan tergenang air. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)
TERGENANG: Kendaraan yang melintas di Jalan Juanda tepatnya di bukwedi di Blandongan, harus pelan-pelan karena jalan tergenang air. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)
BUGUL KIDUL, Radar Bromo- Hujan deras selama lebih dari tiga jam sejak Selasa (5/12) siang membuat Kota Pasuruan kembali di landa banjir. Bahkan arus lalu lintas di jalan raya Ir Juanda macet sepanjang satu kilometer. Pasalnya luapan Kali Petung meluber sampai ke jalan.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, hujan turun sekitar pukul 13.30. Hujan merata di seluruh wilayah Pasuruan. Intensitas yang tinggi dari hulu ke hilir ini membuat kali Gembong dan Petung tidak mampu menahan aliran sungai yang deras sehingga meluap ke wilayah penduduk sekitar sekitar pukul 18.00. Dan mencapai puncaknya pada pukul 19.00.

Tak hanya itu, arus lalin di dekat Jembatan Bukwedi mengalami kemacetan cukup panjang. Pasalnya Kali Petung di bawah jembatan setempat meluap dan merendam jembatan setinggi 30 sentimeter. Karena itu, kendaraan yang berasal dari arah Probolinggo dialihkan ke jalur lingkar selatan (JLS). Sementara kendaraan dari Surabaya diminta melintas dengan lambat.

Derasnya luapan Kali Petung ini juga sempat membuat beberapa motor yang memaksa melintas mengalami mogok. Sehingga petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan pun membantu mendorong agar motor bisa melewati banjir. Sementara warga sekitar tidak ada yang dievakuasi dan memilih tetap berada di rumah.

Ketinggian air paling tinggi berada di RW 1, 2 dan 3 Kelurahan Petamanan yang terdampak luapan Kali Gembong dimana air mencapai dada orang dewasa atau sekira 1,5 meter. Tingginya banjir ini membuat sekitar 450 kepala keluarga (KK) setempat dievakuasi ke SMK Salahuddin. Demi keamanan warga, listrik di lokasi setempat juga dipadamkan. Meski luapan Kali Gembong tidak sampai ke jalan utama, namun arus lalin di Jalan Wahidin macet karena banyak warga yang mengungsu ke SMK Salahuddin.

Photo
Photo
LUAPAN GEMBONG: Warga Jambangan di Kelurahan/Kecamatab Purworejo saat rumahnya terendam banjir akibat sungai Gembong meluap. (Foto: Mokhammad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Daerah yang terdampak banjir akibat luapan Kali Petung adalah Kelurahan Bakalan, Dusun Kejobo Lor dan Kejobo Kidul di Kelurahan Blandongan. Sementara daerah yang terdampak luapan Kali Gembong adalah Jalan Melati, Slagah, Jalan Jawa, Kelurahan Petamanan, Jalan Darmoyudo, Karangwingko di Kelurahan Wirogunan, Jalan Diponegoro dan Gang Jambangan Timur.

"Ada tiga RW di Kelurahan Petamanan yang terdampak banjir. Kurang lebih sekitar 450 KK. Paling tinggi di RW 3 dimana ketinggian air mencapai 1,5 mter. Agar aman, kami evakuasi seluruh warga,"ungkap Lurah Petamanan, Totok Suharijanto.

Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Bencana pada BPBD Kota Pasuruan, Catur Aldoko menjelaskan faktor utama terjadinya banjir karena hujan yang turun dengan deras dalam waktu lama. Ada sekitar 10 titik yang terendam banjir akibat luapan Kali Gembong dan Kali Petung. Sementara untuk Kali Welang dalam kondisi aman. Banjir ini diperkirakan bakal berlangsung hingga dini hari karena terjadinya bersamaan dengan pasang air laut.

"Ketinggian air laut mencapai puncaknya sekitar pukul 01.00 karena ada pasang air laut. Jadi kemungkinan banjir bakal surut lama. Tapi kami sudah siapkan ambulan dan obat obatan bagi warga terdampak," sebut Catur. (riz/fun) Editor : Fandi Armanto
#banjir kota pasuruan #macet akibat banjir pasuruan #banjir pasuruan 2021 #bpbd kota pasuruan