--------------------
Kampung bunga ini berawal dari seorang warga di RT 3/RW 4, Agus, yang menanam aneka bunga di depan rumahnya. Lalu, perlahan-lahan warga lainnya pun terinspirasi untuk melakukan hal yang sama. Dan, kini kawasan tersebut pun disebut sebagai Kampung Bunga. Dinamakan Kampung Bunga karena sejak memasuki RT 3/RW 4, pengunjung akan disambut dengan tanaman di aneka pot.
Solichan, ketua RW 4 mengungkapkan, saat ini Kampung Bunga meliputi RT 1, 2, 3, 4, dan 9 di RW 4. Salah satu warga bernama Agus yang menjadi inspirator awalnya menanam vertical garden yang kemudian hal itu menjadikan warga lainnya pun terinspirasi untuk mempercantik rumahnya dengan tanaman-tanaman.
“Dari satu orang kemudian banyak warga lainnya yang terinspirasi kemudian swadaya untuk menggagas Kampung Bunga ini. Dan, Alhamdulillah sekarang warga dari luar kota banyak yang berkunjung ke sini untuk membeli bibit-bibit atau tanaman dalam pot,” ujarnya.
Untuk memudahkan wisatawan dalam dan luar kota yang ingin membeli tanaman, terdapat toko bunga ‘Dinda’ yang dikelola warga setempat. Wisatawan bisa membeli tanaman dimulai harga Rp 5 ribu. Selain itu, juga terdapat green house yang juga sebagai jujukan wisatawan ke Kampung Bunga.
Lurah Purworejo G. Dicky Yudho Asmoro, S.STP, M.M. mengatakan, Pemerintah Kelurahan Purworejo memberikan dukungan penuh keberadaan Kampung Bunga. Promosi keberadaan Kampung Bunga akan digencarkan lewat pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
“Pemerintah Kelurahan Purworejo memberikan dukungan penuh untuk pengembangan Kampung Bunga ini. Karena ini merupakan potensi baru untuk menambah destinasi wisata di Kota Pasuruan,” terang Dicky.
Dana Kelurahan Tahun 2019 untuk Penyediaan Sarpras
Pemerintah Kelurahan Purworejo memanfaatkan dana kelurahan tahun anggaran 2019 untuk beberapa program. Di antara program-program tersebut ditujukan untuk menyediakan sarana bagi warga dan juga pemberdayaan warga.
Program Pemerintah Kelurahan Purworejo yang menggunakan dana kelurahan tahun anggaran 2019 di antaranya, pelatihan rias pengantin, pengadaan motor gerobak sampah roda tiga, dan beberapa pengadaan barang lainnya untuk mendukung sarana Posyandu.
Lurah Purworejo G. Dicky Yudho Asmoro, S.STP., M.M. menjelaskan, program pelatihan rias pengantin ditujukan untuk 15 orang bertujuan untuk membantu warga untuk memiliki skill dan keahlian tambahan. Dari skill dan keahlian tambahan tersebut, ia berharap warga mampu memanfaatkannya untuk dikembangkan menjadi usaha mandiri nantinya.
“Kami berharap para peserta pelatihan rias pengantin ini bisa mendapatkan ilmu dan keterampilan agar berguna untuk mengembangkan usaha mandiri membuka salon rias pengantin,” ujar Dicky.
Program Pemerintah Kelurahan Purworejo lainnya adalah pengadaan motor gerobak sampah roda tiga di masing-masing RW. Dicky melanjutkan, tujuan pengadaan gerobak sampah roda tiga adalah untuk kegiatan yang mendukung kebersihan lingkungan. Dengan pengadaan motor gerobak sampah roda tiga tersebut, diharapkan warga terbantu untuk mengangkut sampah-sampah di rumah-rumah penduduk.
“Motor gerobak sampah roda tiga ditujukan untuk semakin memudahkan warga dalam aktivitas mengangkut sampah. Dengan begitu, arah peningkatan kebersihan lingkungan semakin terbantu,” terangnya.
Sasaran berikutnya adalah pengadaan meja, kursi, dan pengukur tinggi badan untuk 12 Posyandu Balita di seluruh wilayah Kelurahan Purworejo. Dicky menambahkan, pengadaan barang-barang tersebut dikarenakan minimnya fasilitas yang ada di Posyandu Balita.
“Untuk melengkapi dan juga demi kelancaran kegiatan Posyandu Balita, maka kami lakukan pengadaan barang-barang tersebut. Dengan harapan mendukung kegiatan Posyandu Balita di Kelurahan Purworejo,” imbuhnya. (lel/fun) Editor : Jawanto Arifin