Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana mengatakan, jumlah bencana yang terjadi tahun ini dengan tahun lalu hampir sama. Bedanya, jumlah titik bencana jauh lebih banyak tahun lalu. Yakni, terjadi di 61 titik.
Bakti –sapaan akrabnya– mengatakan, ada titik-titik banjir yang tahun 2019 ini jauh berkurang. Khususnya di daerah Kalianyar, Kalirejo, dan Tambakan, di Kecamatan Bangil. Dimana tahun ini durasi banjir hanya datang sekitar 1-2 jam.
“Imbas dari normalisasi cukup berpengaruh. Kendati banjir tetap ada, namun 1-2 jam kemudian sudah surut. Namun, di daerah lain seperti Rejoso, Grati, dan Winongan memang durasi banjir masih lama,” terangnya.
Awal tahun ini, bencana saat musim hujan masih didominasi oleh bencana banjir. Tercatat ada 36 titik. Banjir sendiri dihitung berdasarkan 1 kali kejadian dan terdampak di suatu wilayah. Kemarin banjir datang merata mulai dari wilayah Gempol, Beji, Bangil, Kraton, Gondangwetan, Rejoso, Grati, sampai Winongan.
Sedangkan untuk tanah longsor terdata ada 20 kejadian. Longsor ini terjadi di Tosari, Pasrepan, Tutur, dan Gempol. Dan, untuk bencana puting beliung, ada sebanyak 5 kejadian. Yakni, terjadi di Kraton, Prigen, Wonorejo, dan Rembang.
Sedangkan sampai pertengahan Mei ini, kendati masih termasuk musim peralihan dan masuk hari tanpa hujan, namun Bakti mengatakan masih ada potensi turun hujan. Sehingga, diharapkan masyarakat tetap berhati-hati. (eka/rf) Editor : Jawanto Arifin