PASURUAN, Radar Bromo - Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kota Pasuruan yang tidak menyalurkan hak pilih dalam pemilu serentak 2024, cukup banyak.
Ada 21.399 orang. Namun, KPU Kota Pasuruan mengklaim, ketidak hadiran mereka, bukan semata-mata karena memilih golongan putih (golput).
Komisioner KPU Kota Pasuruan Divisi Teknis Penyelenggaraan, Helmi mengungkapkan, jumlah DPT Kota Pasuruan sebanyak 154.394 orang.
Dari jumlah itu, sekitar 86 persen atau sebanyak 132.995 orang, menyalurkan hak pilihnya.
Sementara sisasnya, sebanyak 21.399 orang, tidak memberikan suaranya.
Namun, bukan berarti mereka memilih golput.
Adapula yang tidak menyalurkan hak suaranya, karena meninggal dunia sebelum pemilu.
Nama mereka sebagai DPT, tidak bisa serta merta dihapus.
“Sebab kami berdasarkan database. Kalau keluarga yang ditinggalkan tidak melaporkan ke kecamatan, tentunya nama tidak terhapus,” jelasnya.
Mimi-sapaannya menyebut, libur panjang menjelang pemilu, bisa menjadi salah satu penyebab adanya warga yang tidak menggunakan hak pilih.
Karena bisa jadi, mereka belum pulang saat coblosan, lantaran tengah berlibur.
“Bisa juga, karena yang bersangkutan sakit, atau karena berada di luar kota dan belum melakukan pindah hak pilih,” beber Mimi.
KPU Kota Pasuruan sudah berupaya agar partisipasi dari masyarakat bagus.
Salah satunya, dengan mengadakan lomba selfie di TPS.
Sehingga, pemilih bisa berlomba-lomba untuk menyalurkan hak pilihnya.
Ke depannya, sosialisasi akan ditingkatkan. Khususnya, pada pemilih muda.
Sehingga, mereka ikut peduli pada politik, dengan menyalurkan hak pilih, bukannya apatis pada masa depan bangsa.
“Yang tidak menyalurkan hak suara ini, pemilih muda atau bukan, tidak bisa dipastikan. Ke depannya, sosialiasasi akan terus ditingkatkan,” tutur Mimi. (riz/one)
Editor : Abdul Wahid