Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, Warga Probolinggo Diimbau Waspada

I
Penulis: Inneke Agustin❯
KERUK: Pekerja Dinas PUPR PKP Kota Probolinggo melakukan normalisasi drainase di Simpang Empat Randu Pangger, Kota Probolinggo, beberapa waktu lalu. INNEKE AGUSTIN/JAWA POS RADAR BROMO
KERUK: Pekerja Dinas PUPR PKP Kota Probolinggo melakukan normalisasi drainase di Simpang Empat Randu Pangger, Kota Probolinggo, beberapa waktu lalu. INNEKE AGUSTIN/JAWA POS RADAR BROMO

Advertisement

 
PROBOLINGGO,
 Radar Bromo- Wilayah Jawa Timur, termasuk Probolinggo, belum aman dari ancaman bencana. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, telah mengeluarkan peringatan dini. Agar masyarakat di wilayah Jawa Timur mewaspadai potensi cuaca ekstrem.

Cuaca tak bersahabat itu diprakirakan terjadi pada 11–20 Maret 2026. Cuaca ekstrem dapat berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Potensi ini merupakan dampak adanya gangguan atmosfer Madden Jullian Oscillation (MJO) secara spasial dan Gelombang Kelvin yang akan melintasi wilayah Jawa Timur.

“Akibatnya, berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan.

Advertisement

Taufiq mengatakan, kenaikan suhu muka laut di perairan selatan Jawa Timur masih cukup signifikan. Kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukunga pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

“Kami mengimbau masyarakat dan instasi terkait, senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta adanya potensi cuaca ekstrem. Juga pantau terus cuaca terkini berdasarkan citra radar cuaca WOFI,” kata Taufiq.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Probolinggo Yudha Arisandi mengatakan, saat ini Kota Probolinggo masih memasuki musim peralihan atau pancaroba. Cuaca masih terkadang panas dan terkadang hujan. “Sementara, untuk musim kemarau, datang lebih awal yaitu di bulan April,” tuturnya.

Advertisement

Yudha memastikan, pihaknya masih selalu waspada terkait cuaca ekstrem. Terutama antisipasi genangan air.

“Kami masih rutin melaksanakan Program Gotku Resik bersama pihak kelurahan dan kecamatan. Saling bergotong royong membersihkan drainase yang mampet atau alirannya tidak maksimal. Harapannya tidak ada lagi genangan lagi di kota,” katanya. (gus/rud)

Advertisement

Artikel Terkait

Kemenhut-BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Pakai Es Kering untuk Uran Semburan Asap Karhutla

Kemenhut-BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Pakai Es Kering untuk Uran Semburan Asap Karhutla

Kemenhut, BMKG, dan TNI gelar Operasi Modifikasi Cuaca pakai es kering urai pekatnya asap karhutla di Sumsel. Kualitas udara membaik.

 Suhu Udara Tembus 33,4 Derajat Celsius, Warga Pasuruan dan Probolinggo Diimbau Waspada

Suhu Udara Tembus 33,4 Derajat Celsius, Warga Pasuruan dan Probolinggo Diimbau Waspada

Suhu di atas 30 derajat Celsius terbukti secara medis mampu mempercepat proses penguapan cairan, di dalam tubuh manusia.

Terus Monitoring Sesar Pasuruan yang Pernah Dirilis Pusat Study Gempa Nasional

Terus Monitoring Sesar Pasuruan yang Pernah Dirilis Pusat Study Gempa Nasional

Sesar Pasuruan ini bukan sesar baru, tetapi sudah di identifikasi dan dirilis oleh PUSGEN sejak 2017 lalu. Sesar Pasuruan ini bukan berada d

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer