Suhu Udara Tembus 33,4 Derajat Celsius, Warga Pasuruan dan Probolinggo Diimbau Waspada

PASURUAN, Radar Bromo – Fenomena cuaca terik dan suhu panas menyengat, dilaporkan masih terus menyelimuti wilayah Pasuruan, Probolinggo, dan sekitarnya.
Berdasarkan data pemantauan cuaca, suhu maksimum di kawasan perkotaan dan pesisir tersebut, secara konsisten menembus angka di atas 30 derajat Celsius.
Bahkan di sejumlah titik wilayah Probolinggo, suhu udara dilaporkan telah mencapai 33,4 derajat Celsius.
Berdasarkan catatan otomatis dari instrumen Automatic Weather Station (AWS) Probolinggo, temperatur tertinggi menyentuh 33,4 derajat Celsius di dataran rendah.
Sementara wilayah AWS Tiris mencatatkan suhu maksimum sebesar 32,7 derajat Celsius.
Kontras dengan wilayah perkotaan yang gersang, kawasan dataran tinggi pegunungan Bromo terpantau relatif lebih sejuk, dengan suhu maksimum berada di kisaran 21,4 derajat Celsius.
Perbedaan temperatur yang mencolok ini, dipengaruhi secara masif oleh faktor ketinggian tempat (topografi).
Baca Juga: Helikopter Water Bombing Padamkan Kebakaran Gunung Arjuno di Blok Alas Lali Jiwo Terkendala Cuaca
Meskipun wilayah Pasuruan dan Probolinggo tidak masuk dalam daftar lima daerah terpanas di Jawa Timur—di mana rekor tertinggi pekan ini dipegang oleh AWS Lamongan dengan suhu ekstrem 37,3 derajat Celsius dan Stasiun Meteorologi Perak Surabaya sebesar 36,8 derajat Celsius—masyarakat diimbau untuk tidak meremehkan dampak paparan radiasi panas matahari pada siang hari.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo, Rendy Irawadi, mengimbau keras masyarakat luas, khususnya bagi para pekerja lapangan, pedagang, pengayuh becak, dan pengendara roda dua untuk senantiasa melakukan langkah mitigasi mandiri, terhadap potensi gangguan kesehatan akibat lonjakan suhu harian ini.
“Kami mengimbau kepada masyarakat di wilayah Pasuruan, Probolinggo, serta Jawa Timur secara umum, untuk mengantisipasi kondisi lonjakan suhu maksimum ini, dengan langkah pencegahan yang tepat. Jaga kondisi tubuh dan kurangi paparan sinar matahari secara langsung, secara berlebihan,” ujarnya.



