Kembali Aktif dengan SOP Ketat, Gledekan Palembon Prigen, Pasuruan, Sedot Animo Peserta

Rizal Syatori • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 10:40 WIB
SERU: Peserta Gledekan Palembon saat meluncur di jalan Prigen-Pandaan. Balap tradisional yang sempat berhenti itu, kembali diaktifkan.(istimewa)
SERU: Peserta Gledekan Palembon saat meluncur di jalan Prigen-Pandaan. Balap tradisional yang sempat berhenti itu, kembali diaktifkan.(istimewa)

PRIGEN, Radar Bromo – Setelah sempat dihentikan sementara selama sekitar satu bulan akibat insiden kecelakaan yang melukai salah satu peserta, ajang balap tradisional Gledekan Palembon kini resmi kembali digelar.

Memasuki pekan keduanya pascavakum, ajang ini kembali memanfaatkan akses jalan provinsi jurusan Prigen - Pandaan di Lingkungan Palembon, Kelurahan/Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Minggu (2/8).

Ajang adu kecepatan kendaraan kayu tradisional sepanjang 500 meter ini, rutin berlangsung setiap hari Minggu pagi, mulai pukul 04.00 hingga 06.00.

"Minggu ini merupakan pekan kedua pelaksanaan, pasca dihentikan sementara selama sebulan," terang perwakilan panitia Gledekan Palembon, Dani Firdiansyah, 40.

Demi mencegah terulangnya insiden serupa, pihak panitia kini menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan, yang jauh lebih ketat.

Setiap peserta kini diwajibkan menggunakan alat pelindung diri lengkap. Meliputi helm, sepatu, serta pelindung sikut tangan dan kaki.

Tidak hanya itu, kelaikan unit gledekan yang digunakan juga menjadi perhatian utama.

Baca Juga: Permainan Gledekan di Prigen Pasuruan Masih Dihentikan usai Ada Korban Pelajar Patah Tulang, Ini Syarat Bisa Kembali Digelar

"Sebelum tampil atau melintas, para peserta disaring terlebih dahulu di garis start untuk memastikan mereka memenuhi SOP keselamatan," tambah Dani.

Meskipun pengawasan diperketat dan jumlah peserta mengalami penurunan dibanding sebelum insiden—dari semula mencapai 500 orang menjadi sekitar 200 orang—antusiasme pegiat gledekan tetap tinggi.

Terbukti, ratusan peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Pasuruan, melainkan juga dari luar daerah seperti Sidoarjo, Mojokerto, Surabaya, hingga Malang.

Sementara itu, Kapolsek Prigen AKP Mulyono membenarkan bahwa permainan tradisional tersebut, telah aktif kembali setiap Minggu pagi.

Pihak kepolisian menegaskan posisi mereka yang berfokus pada aspek keselamatan di lapangan.

"Kami hanya mengimbau dan tidak mengeluarkan rekomendasi resmi. Intinya, panitia harus tetap melaksanakan SOP ketat, mengevaluasi setiap kekurangan yang ada, serta lebih selektif terhadap aspek keselamatan peserta," tegasnya. (zal/one)

RESTART GLEDEKAN PALEMBON: LEBIH KETAT DAN AMAN

DATA PESERTA: SEBELUM VS SESUDAH INSIDEN

Asal Daerah Peserta:

 Baca Juga: Tak Kalah Seru dengan Tokyo Drift, Gledekan Tretes: Permainan Tradisional yang Kini Jadi Magnet Wisata usai Viral

Editor : Moch Vikry Romadhoni
gledekan palembon meluncur Jalur prigen balap