Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kantor Desa Lebakrejo di Purwodadi Pasuruan Dibobol Maling, Uang Rp 190 Juta di Brankas Amblas

Rizal Syatori • Rabu, 31 Desember 2025 | 16:21 WIB
CARI PETUNJUK: Tim Inafis Polres Pasuruan bersama Polsek Purwodadi, olah TKP di Kantor Desa Lebakrejo yang dibobol maling, Selasa (30/12) dini hari. Inset, Pengga
CARI PETUNJUK: Tim Inafis Polres Pasuruan bersama Polsek Purwodadi, olah TKP di Kantor Desa Lebakrejo yang dibobol maling, Selasa (30/12) dini hari. Inset, Pengga

PURWODADI, Radar Bromo - Aksi maling kian nekat. Kali ini yang jadi sasaran Kantor Desa Lebakrejo, Kecamatan Purwodadi.

Selasa (30/12) dini hari, maling beraksi menggasak uang ratusan juta dan barang berharga. Para pelaku diduga profesional.

Sebab decoder CCTV berada di TKP yang diletakkan di ruang sekretariat kantor desa, juga ikut raib.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, para pelaku diduga beraksi sekitar pukul 02.38. Namun aksi pencurian baru diketahui perangkat desa dan warga setempat sekitar pukul 03.05.

Setelah mengetahui kantor desa dibobol maling, Kades Lebakrejo Arimi, 36, beserta sejumlah perangkat dan warga datang ke Polsek Purwodadi melaporkan kejadian tersebut.

"Kami dapat info dari warga, curiga ada mobil masuk dan keluar kantor desa. Lalu dicek perangkat, ternyata dibobol maling. Pagi harinya melaporkan kejadian ini ke Polsek Purwodadi," kata Kades Lebakrejo Arimi.

Dalam kejadian ini, pelaku pembobolan Kantor Desa Lebakrejo di duga mengendarai mobil jenis Daihatsu Sigra warna silver.

Karena mobil terekam CCTV dari salah satu rumah warga, berada di depan Kantor Desa Lebakrejo. Sayang, nopol mobil pelaku tidak diketahui karena tak terdeteksi di CCTV

"Mobil diduga milik pelaku masuk ke kantor desa sekitar pukul 02.38 pagi, kemudian parkir di samping kantor dekat dengan ruang dapur. Lalu, keluar dari kantor desa sekitar pukul 02.53," terangnya.

Sesaat setelah kejadian dan mendapat laporan warga, karena curiga ada mobil masuk dan keluar Kantor Desa Lebakrejo.

Pengecekan ke TKP pertama kalinya dilakukan oleh Kasi Kesra dan Sekdes Lebakrejo, bersama sejumlah warga sekitar.

"Pintu samping dan belakang, serta sekretariat didapati mengalami kerusakan dan terbuka. Sebelumnya semuanya pintu sudah terkunci. Brankasnya diseret dan dibawa keluar, termasuk decodernya menempel di tembok di lepas," ungkapnya.

Saat dilakukan pengecekan di ruang sekretariat Kantor Desa Lebakrejo, brankas sudah raib. Barang-barang diatas brankas dipindahkan ke kursi di sampingnya.

Begitu pula dengan decoder CCTV, terpasang dan menempel di tembok ruang sekretariat juga dicopot.

Pelaku nampaknya juga mengetahui sudut Kantor Desa Lebakrejo. Sebab mereka diperkirakan juga paham bahwa ada enam titik CCTV yang terpasang di tempat yang berbeda.

"Brankas selama ini tempatnya memang berada di situ, pojok ruangan sekretariat dan tidak pernah berpindah-pindah tempat. Untuk decoder CCTV, tempatnya terpasang di tembok ruangan yang sama dan tidak berpindah-pindah," terangnya.

Pagi itu juga, setelah kades dan sejumlah perangkat Desa Lebakrejo melaporkan kejadian pembobolan tersebut ke Mapolsek Purwodadi, petugas dari Polsek Purwodadi dan Tim Inafis serta Buser Timur Satreskrim Polres Pasuruan datang ke TKP. Petugas langsung melakukan olah TKP.

Satu persatu akses pintu yang terbuka dan mengalami kerusakan dicek. Termasuk mengambil sidik jari, pada sejumlah barang di dekat brankas berada dan raib.

Serta mengambil sidik jari di pintu yang kacanya pecah, menghubungkan ruangan belakang dan sekretariat Kantor Desa Lebakrejoi.

"Kami di Polsek Purwodadi, bersama Tim Inafis dan Buser Timur Satreskrim Polres Pasuruan sudah datang ke lokasi sekaligus melakukan olah TKP. Penanganan kasusnya masih dalam penyelidikan," ucap Kapolsek Purwodadi Iptu. Sugiardi Prianto.

Pelaku pembobol Kantor Desa Lebakrejo diduga nekat. Selain ikut membawa decoder CCTV, dari cara membawa brankas dengan cara diseret. Uang ratusan juta di brankas adalah dana desa (DD), alokasi dana desa (ADD) pendapatan asli desa(PADes)

Informasi ini disampaikan langsung Kades Lebakrejo Arimi, ditemui Jawa Pos Radar Bromo di TKP.

"Di dalam brankas ada uang tunai, jumlahnya lebih dari seratus juta. Merupakan berasal dari dana desa (DD)  dan pendapatan asli desa (PADes). Jumlah pastinya masih dihitung," katanya di sela-sela kegiatan olah TKP oleh Polsek Purwodadi dan Tim Inafis dan Buser Timur Satreskrim Polres Pasuruan.

Brankas tersebut berukuran panjang dan lebar sekitar 60 centimeter. Beratnya sekitar 2,5 kuintal. Sebelum dicuri, brankas itu sudah ada di kantor desa sejak 2017.

"Selain isinya uang tunai ratusan juta, di dalam brankas juga ada BPKB motor Tosa roda tiga pengangkut sampah. Selama ini, setelah uang dari bank. Baik dana dari DD, ADD dan PAD ditaruh di brankas itu," terangnya.

Di Kantor Desa Lebakrejo, untuk akses dan keluar masuk kendaraan tidak terpasang pagar maupun gerbang ataupun portal. Selain itu, tiap malam hingga pagi harinya.

Tidak ada penjaga malam atau waker. Desa mengandalkan CCTV berjumlah enam buah terpasang di titik yang berbeda di dalam ruangan kantor, pendapa dan gapura Kantor Desa Lebakrejo.

"Setelah kantor tutup, semua pintu diseluruh ruangan kantor desa di kunci. Juga ada yang digembok. Tiap harinya seperti itu, untuk waker tidak ada," ungkapnya.

Sebelum kejadian pembobolan Kantor Desa Lebakrejo, Senin (29/12) malam lalu di kantor desa setempat ada kegiatan pembagian insentif RT dan RW setempat. Kegiatan itu  sampai dengan pukul 21.30.

"Selesai kegiatan, kami semuanya yang ada di kantor desa pulang ke rumah masing-masing. Semua pintu di kantor desa dikunci dan adapula yang digembok," terangnya.

Pascakejadian ini, selain laporan ke Polsek Purwodadi. kades setempat juga melaporkan pula ke Camat Purwodadi Sugiarto via telepon.

"Laporan awal via telepon dari Kades Lebakrejo sudah, kami juga menunggu laporan dari desa untuk nominal berapa yang raib dalam kejadian ini," tuturnya.

Atas kejadian ini, Camat Purwodadi mengatakan sudah melapor ke bupati. “Nanti kami tembusi DPMD dan Inspektorat,” beber Sugiarto.

Terkait pertanggung jawaban, kata Sugiarto, pihaknya menunggu petunjuk lebih lanjut hasil pemeriksaan inspektorat. (zal/fun)

Editor : Abdul Wahid
#dana desa #dibobol #desa lebakrejo #lebak #REJO #Alokasi