SUKOREJO, Radar Bromo - Gara-gara lupa matikan kompor, rumah Muhdi Waluyo, 51 di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, terbakar. Api kemudian juga membakar rumah milik ibunya, Kasiati, 70.
Peristiwa itu terjadi Selasa (8/8) pukul 08.00. Kebakaran itu pun langsung menjadi tontonan. Sebab, lokasinya tepat berada di pinggir jalan nasional ruas Malang–Surabaya di Dusun/ Desa Karangsono.
Kapolsek Sukorejo AKP Saifudin menjelaskan, api awalnya muncul dari dapur rumah Muhdi. Api dengan cepat membesar dan membakar rumah milik Kasiati.
Kedua rumah itu memang berdempetan. Temboknya jadi satu dan hanya disekat atau dipisahkan oleh kayu atau tripleks yang mudah terbakar. Karena itulah, api cepat membesar.
Saat kebakaran terjadi, kedua rumah sama-sama kosong. Kasiati sedang sakit dan menjalani rawat inap di Puskesmas Sukorejo. Dia ditunggui istri dari Muhdi.
Muhdi sendiri sedang di luar rumah. Lalu dua anaknya juga di luar rumah. Satu bekerja dan satu sekolah.
Sebelum rumah kosong, ternyata salah satu anak Muhdi menjerang air di kompor. Kemudian, yang bersangkutan keluar tanpa mematikan kompor.
“Pemicunya kebakaran di dapur rumah Muhdi. Saat itu anaknya menjerang air. Kompornya lupa dimatikan dan ditinggal keluar. Akhirnya terjadilah kebakaran ini,” ujarnya.
Warga sekitar yang pertama mengetahui kebakaran terjadi. Saat itu, api sudah membesar dan membakar dua rumah. Mereka pun bergegas membantu memadamkam api secara manual.
Tak lama berselang, tiga unit mobil pemadam kebakaran (damkar) tiba di lokasi kejadian dan langsung memadamkan api.
Masing-masing dua unit dari Pemkab Pasuruan dan satu unit dari PT. HM. Sampoerna. Sekitar 30 menit kemudian, api berhasil dipadamkan.
Kebakaran ini membuat pengguna jalan dari arah Malang–Surabaya dan sebaliknya sempat berkerumun untuk melihat. Arus lalu lintas juga sempat di contraflow, meskipun hanya sebentar.
“Kejadian kebakaran dua rumah ini nihil korban. Hanya mengakibatkan kerugian materiil,” kata Kapolsek. (zal/hn)
Editor : Jawanto Arifin