Warga pun cukup antusias. Tradisi lama yang kembali bergairah. Usai 2 tahun lebih tak digelar imbas pandemi yang mengungkung segala kebebasan warga.
Jalur wisata menuju Kawasan Tretes, Kecamatan Prigen pun dibuat macet, kemarin. Tradisi yang digelar bersamaan dengan hari raya Idul Adha itu menarik animo warga.
Tradisi sedekah bumi itu digelar di empat lingkungan sekaligus. Mulai Rekesan, Ngemplak, Prigen Timur dan Prigen Barat. Bersamaan dengan sedekah bumi itu digelar aneka kendaraan hias, reog, kuda lumping dan aneka pertunjukan tradisi lainnya.
“Berdasarkan hitungan jawa, tradisi ini bersamaan dengan Idul Adha. Dari enam lingkungan se-Kelurahan Prigen, hanya empat kelurahan yang gelar pawai ancak. Digelar di masing-masing lingkungan atau tidak jadi satu,” ujar Lurah Prigen Samaji.
Samaji menuturkan, sedekah bumi itu sudah lama tak digelar. Terakhir pada 2018 lalu. Biasanya, rutin digelar tiap 2 tahunan. Namun karena pandemi, tradisi itu pun absen 4 tahun.
Sedekah bumi sendiri digelar sebagai wujud syukur warga. Harapannya, agar dihindarkan dari marabahaya juga malapetaka. “Setelah diarak keliling, di tempat finish lanjut dengan pemanjatan doa. Bersamaan itu, warga langsung berebut ancak. Dalam sekejap habis,” tuturnya.
Selama acara, petugas dari Polsek dan Koramil Prigen standby di lokasi. Dibantu Linmas. “Seru dan meriah sekali. Sedekah buminya ramai seperti karnaval. Sangat sayang untuk dilewatkan,” ujar Nia, 26, asal Pandaan. (zal/mie) Editor : Ronald Fernando