Sejak pagi hingga menjelang siang Minggu (22/8), Radar Bromo melihat puluhan pemilik kuda pacu berlatih di sana. Mereka berasal dari berbagai daerah. Malang, Batu, Mojokerto, Sidoarjo, dan daerah-daerah lain. ”Pandemi tidak menyurutkan orang latihan kuda pacu di sini. Tetap ada dan ramai,” kata Agus, 34, pemuda setempat.
Lahan pacuan kuda ini dianggap luas. Lokasinya representatif. Hawanya juga sejuk. Layak dijadikan sebagai tempat latihan. ”Kalau dihitung, jumlahnya puluhan kuda pacu. Sekali lepas langsung tiga kuda. Ada 3-5 kali putaran,” tuturnya.
Wardoyo, 58, tokoh masyarakat setempat, berharap lapangan tersebut tetap difungsikan sebagai lapangan pacuan kuda. Dari dulu memang seperti itu. Selain untuk pacuan kuda, di tengahnya ada lapangan bola. Bisa dimanfaatkan untuk sepak bola dan olahraga lain. ”Jadi, sama-sama jalan,” ujarnya.
Kepala Dispora Kabupaten Pasuruan Hasbullah membenarkan lapangan Ledug merupakan aset pemkab. Kini pengurusan sertifikat diproses oleh bagian aset. Peruntukannya tidak berubah. Untuk pacuan kuda dan olahraga lain. Sepak bola dan atletik. ”Sudah ada tribun di sisi barat. Tinggal mennambah sarpras pendukung lain,” katanya. (zal/far) Editor : Jawanto Arifin