Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Relief Candi Jawi Diduplikat karena Mulai Tipis

Jawanto Arifin • Kamis, 3 Juni 2021 | 19:00 WIB
Photo
Photo
PRIGEN, Radar Bromo - Sejak Kamis (27/5), tim konservasi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim menduplikat relief di dinding Candi Jawi di Desa Candiwates, Prigen, Kabupaten Pasuruan. Salah satu tujuannya, untuk menyelamatkan relief dari kepunahan.

Rencananya, tim konservasi yang beranggota enam orang itu akan menduplikat relief sampai akhir pekan ini. Hasil duplikat lantas dibawa ke Pusat Informasi Majapahit di Trowulan.

Ketua tim sekaligus Kasub Unit Konservasi di BPCB Jatim Agus Kiswanto menjelaskan, duplikasi relief bertujuan menyelamatkan cerita yang ada pada dinding candi. Juga untuk kepentingan pengamatan internal, data, dan bahan kajian. Baik itu bagi BPCB Jatim. Juga untuk para pelajar dan mahasiswa.

“Tidak ada yang bisa menjamin sampai kapan dinding relief itu bertahan. Apalagi, kondisi relief juga sudah tipis. Suatu saat bisa saja rusak dan tak terbaca. Karena itu, kami buat duplikat sebelum terlambat,” katanya.

Di sisi lain, menurutnya, relief di dinding Candi Jawi sampai saat ini belum bisa terbaca. Selama ini, sudah ada tim arkeolog yang mempelajari relief Candi Jawi. Tujuannya, untuk mengetahui cerita atau informasi yang ada di relief tersebut.

Namun, sampai saat ini belum tuntas. Sehingga, belum bisa disimpulkan apa isi relief di Candi Jawi.

“Di sisi lain, kondisi relief candi kan sudah tipis. Sampai kapan akan bertahan, kita tidak tahu. Apalagi usia candi sudah tua. Dibangun pada abad 13,” katanya didampingi Vidi, salah satu tim arkeolog.

Karena itu, membuat duplikat relief candi merupakan kebutuhan. Suatu saat akan dibutuhkan.

“Duplikat tentu saja tidak mengubah bentuk aslinya. Ini sudah hari yang ketiga. Rencana sampai akhir pekan ini,” katanya.

Adapun bahan yang dipakai untuk membuat duplikat relief candi Jawi menggunakan bahan-bahan tertentu. Seperti silicon dan resin. Juga abu batu dan vanili.

“Reliefnya di-blat dulu, setelah itu dibuat negatifnya. Setelah jadi, positifnya baru di-finishing,” ujarnya.

Candi Jawi sendiri merupakan peninggalan Kerajaan Singhasari. Candi Jawi merupakan tempat penyimpanan abu dari raja terakhir Singhasari. Yaitu, Kertanegara. (zal/hn) Editor : Jawanto Arifin
#candi jawi #candiwates #peninggalan kerajaan singhasari