Lokasinya di Jalan Pahlawan Sunaryo. Di pasar itu, berdiri dereten ruko dan kios yang mangkrak atau tak terpakai selama 15 tahun lebih.
Sebagian kecil saja lahan pasar lama yang terpakai. Yaitu blok tengah yang dulu lahan kosong. Lalu, lahan di depan deretan ruko yang ada di sebelah barat jalan Urip Sumohardjo.
Dua tempat itu kini dimanfaatkan sebagai tempat berjualan PKL. Mulai pakaian, alas kaki, makanan, minuman, dan masih banyak yang lain.
Pemkab Pasuruan sendiri sebenarnya sudah lama berniat merevitalisasi bangunan pasar lama itu. Namun, hingga sekarang belum kunjung terealisasi.
“Ke depan kami berencana merevitalisasi pasar lama Pandaan. Namun, sampai sekarang belum terealisasi. Kendalanya karena butuh biaya besar untuk revitalisasi. Apalagi sekarang pandemi masih berlangsung,” terang Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Diano Vela Fery Santoso.
Karena belum direvitalisasi itulah, Disperindag memfungsikan pasar lama sebagai tempat berjualan para PKL. Biasanya, para PKL di sana berjualan sore hingga malam hari.
Ke depan, menurut Diano, pasar lama itu akan direvitalisasi menjadi pasar modern. Apalagi, letaknya di jantung Kota Pandaan.
Selama menunggu revitalisasi itu, Disperindag hanya bisa memaksimalkan kondisi yang ada. Misalnya, pedagang yang menempati beberapa kios dan ruko tetap ditarik sewa. Biaya sewa itu langsung masuk ke kas daerah (kasda).
“Tetap dimaksimalkan potensi yang ada di lapangan, biar tidak mangkrak. Karena bagaimanapun juga tempat ini masih bisa memberikan kontribusi bagi PAD,” katanya. (zal/hn) Editor : Muhammad Fahmi