Karena besarnya anggaran belum diketahui kapan perbaikan permanen jembatan Ngipik bisa dilakukan. Saat ini Pemkab Pasuruan melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga setempat masih mengajukan anggaran perbaikan jembatan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kabid Perencanaan di Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Pasuruan Listiyani Utami menjelaskan, pihaknya sudah turun ke lokasi jembatan di Dusun Ngipik. Survei dan asesmen pun sudah dilakukan.
“Berdasarkan survei dan asesmen, diketahui perbaikan permanen jembatan Ngipik butuh anggaran minimal sekitar Rp 2 miliar,” katanya.
https://radarbromo.jawapos.com/pandaan/15/03/2021/jembatan-di-sumbersuko-gempol-ambruk-penyebabnya-ini/
Anggaran itu, menurut Listiyani, terhitung besar. Karena itu, pihaknya mengajukan bantuan ke BNPB. “Perbaikannya butuh biaya besar. Karena itu kami ajukan ke BNPB. Keputusannya masih menunggu,” ujarnya.
Sementara itu, warga sekitar jembatan terus berdatangan untuk melihat Jembatan Ngipik yang ambruk. Meskipun sudah dipasang kayu, tali, dan garis dilarang mendekat menjelang mulut Jembatan Ngipik.
“Dari pagi hingga siang, warga terus berdatangan untuk melihat langsung lokasi jembatan yang roboh ini. Tetap diimbau berhati-hati dan tidak terlalu mendekat,” ucap Kades Sumbersuko Saiful Ma’arif.
Di sisi lain, menurut Saiful, kini warga dari Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol tidak bisa lagi menuju Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan melalui Jembatan Ngipik. Mereka harus memutar melalui dua jembatan lainnya. Masing-masing melalui Sumbersuko–Sumberejo, Pandaan dan Sumbersuko–Sumbergedang, Pandaan.
Jembatan Ngipik sendiri tiba-tiba ambruk pada Minggi (14/3), pukul 15.30. Jembatan itu patah di tiga titik setelah hujan lebat turun dan volume air sungai yang melintas di bawah jembatan pun meninggi.
Jembatan itu sendiri memiliki panjang jembatan 25 meter dan lebar 4 meter. Jembatan ini merupakan jalan penghubung antara Desa Sumbersuko di Kecamatan Gempol dengan Desa Tawangrejo di Kecamatan Pandaan. (zal/hn/fun) Editor : Jawanto Arifin