Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sungai Kaliputih Sumbersuko Gempol Tercemar Busa

Jawanto Arifin • Sabtu, 15 Agustus 2020 | 14:07 WIB
Photo
Photo
GEMPOL, Radar Bromo - Insiden sungai di Kabupaten Pasuruan tercemar busa limbah, kembali terjadi. Usai Februari lalu terjadi di sungai Pateguhan, Desa Tawangrejo, Pandaan dan Anak Kali Welang di Desa Pacarkeling, Kecamatan Kejayan, Jumat (14/8) insiden serupa terjadi di Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol.

Sungai yang ada di Dusun Kaliputih itu berbusa yang cukup banyak. Sontak saja, fenomena itu membuat warga dusun setempat dan sekitarnya kaget. Warga pun berdatangan di sekitar sungai.

Tak sedikit warga yang mengabadikan momen sungai berbusa melimpah itu dengan gawainya masing-masing. Sesekali, warga juga berswafoto dengan sungai yang berbusa.

“Air sungai berbusa ini adalah kejadian pertama kalinya di tempat kami. Sebelumnya, tidak pernah. Tentu saja warga menjadi penasaran dan resah,” jelas Kades Sumbersuko Samsul Maarif.

Menurut Samsul, busa di sungai setempat sejatinya sudah muncul sejak Kamis (13/8) sore. Kondisinya tambah parah pada malam harinya hingga Jumat pagi (14/8). Lalu jelang siang, busa berangsur terurai dan menghilang.

“Pagi harinya kami bersama perangkat desa berusaha menelusuri. Ternyata pemicu terjadinya busa di sungai berasal dari sebuah gudang kosong di dusun yang sama,” ungkap Kades.

Usai tahu penyebab dan pemicunya, Pemdes melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan. Laporan itu direspons DLH dengan menurunkan tim ke lapangan.

“Sudah kami laporkan ke DLH Kabupaten Pasuruan, selain melihat dari dekat sekaligus lidik di lapangan. Juga mengambil langkah tegas, terkait kejadian ini,” tegasnya.

Selain di Dusun Kaliputih, Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol, busa itu juga terlihat di Dusun Wonosari dan Jlumbang, Desa Wonosari, Kecamatan Gempol. Lokasinya berbatasan langsung dengan Desa Sumbersuko atau di sisi sebelah utara.

“Tidak hanya Sumbersuko saja, desa kami juga ikut terdampak busa. Sehingga, membuat panik dan kaget warga, utamanya para petani,” ungkap Kades Wonosari Damanhuri.

Busa itu juga mengalir ke saluran irigasi. Maklum saja, karena kejadian seperti ini baru pertama kalinya.

“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. DLH Kabupaten Pasuruan memberikan sanksi tegas ke pemilik usaha, pemicu dan penyebab terjadinya busa yang mengalir ke sungai dan saluran irigasi di desa ini,” harapnya. (zal/mie) Editor : Jawanto Arifin
#sungai tercemar busa #sungai di pasuruan tercemar limbah #sunga tercemar limbah #dlh kabupaten pasuruan #pemkab pasuruan