Meski tetep berjalan, namun ada sejumlah kendala pengerjaannya. Mulai keterbatasan pekerja, serta sosialisasi yang masih sulit dilakukan. “Pelebaran jalan masih jalan terus, bahkan sudah dimulai sejak pertengahan Maret lalu,” terang Suprijanto, staf Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur Wilayah Probolinggo di Pasuruan.
Dikatakannya, proyek pelebaran jalan ini merupakan program Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur (KIAT) mulai 2019 sampai 2021 mendatang. Sehingga, pelaksanaannya akan terus berlangsung di tengah wabah Covid-19.
Namun, Suprijanto mengungkapkan, memang ada beberapa keterbatasan yang dilakukan di lapangan. Salah satunya, keterbatasan karyawan pelebaran jalan. Karena adanya social distancing dan karantina. Sehingga, jumlah petugas yang bekerja tidak bisa maksimal.
“Termasuk harusnya ada sosialiasi ke masyarakat sekitar terkait pelebaran jalan ini, sementara tidak bisa dilakukan karena adanya social distancing,” ujarnya.
Pelebaran jalan tahun 2020 ini sendiri melanjutkan pelebaran jalan tahun lalu. Start akan dimulai dari Desa Puspo, Kecamatan Puspo hingga ke Desa Baledono, Kecamatan Tosari.
Tahun ini untuk pelebaran akan lebih panjang hingga 9,4 kilometer. Nantinya kanan kiri jalan akan diperlebar dengan dibeton hingga lebar mencapai total 8 meter.
Untuk anggaran tahun ini mencapai Rp 33 miliar. Anggaran tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 28,496 miliar. Pelebaran jalan ini merupakan salah satu penunjang jalan wisata ke Tosari dan Bromo. (eka/mie) Editor : Jawanto Arifin