Alasannya, sejauh ini Pemkab Pasuruan belum memutuskan lahan itu tetap akan dibangun menjadi pasar agro atau tidak. “Rencana awalnya jauh sebelum Tol Mapan dibangun. Ke depan memang diproyeksikan untuk pasar agro. Karena lahan semula tersedia 3 hektare terkena tol menjadi 1,8 hektare saja. Maka belum final,” ujar Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Edy Suwanto.
Karena belum final, Edy mengaku masih akan mengkaji ulang dengan melibatkan Bappeda Kabupaten Pasuruan. Kajian akan dilakukan untuk mengetahui masih layak atau tidaknya lahan ini menjadi pasar agro. “Sebagai pasar agro tetap menjadi opsi utama. Ini, sudah kami konsultasikan ke pusat. Tapi, sebelum diputuskan, perlu dikaji ulang,” ujarnya.
Edy mengatakan, pihaknya tidak akan gegabah menjadikan lahan ini sebagai pasar agro. Setelah kajian ulang dilakukan, hasilnya akan disampaikan kepada bupati. Serta, akan dikonsultasikan ke Pemerintah Pusat.
Menurutnya, anggaran pembangunan pasar agro tidak sedikit. Pembangunannya diperkirakan butuh anggaran sekitar Rp 25 miliar. Karenanya, akan dilakukan secara bertahap dengan dana dari APBN dan APBD. (zal/fun) Editor : Jawanto Arifin