Lama-lama, warga Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, ini jenuh juga. Ia ingin menghabiskan waktu dan hari-harinya bersama sang anak. Maklum, bisnis jual-beli barang yang dijalaninya, membuatnya sering ke luar kota. Termasuk Minthul, yang waktunya lebih banyak di kantor.
Karena itu, ia sudah bertekad ingin lebih banyak waktu di rumah. Selain alasan itu, Tole tak mau orang tuanya direpoti terus. Apalagi, usia orang tuanya tak lagi muda. “Kasihan orang tua saya. Masa, sudah tua masih ngemong anak-anak,” terangnya.
Namun, keinginan itu tak direspons positif oleh Minthul. Sang istri mengaku sudah enjoy dengan hidupnya yang tanpa direpoti anak. Keinginan Tole untuk berkumpul bersama anak-istri justru ditolak. Minthul tetap ingin anak-anaknya di titipkan. Sementara dirinya terlalu asyik berada di kantor.
Padahal, Tole sudah mencari pembantu untuk mengasuh anak-anaknya di Surabaya. Ada beberapa alasan Minthul yang menurut Tole tidak rasional. Istrinya itu blak-blakan mengatakan tidak mau diganggu saat bekerja. Padahal, dengan status ibu ia menginginkan sang istri juga meluangkan waktunya untuk anak-anaknya. Namun, permintaan ini tidak direspons positif oleh sang istri.
Tole sendiri heran dengan tingkah laku istrinya tersebut. Ia menduga, gara-gara terlalu lama hidup mandiri, membuat dirinya lebih suka tidak berkumpul dengan keluarga. “Masa enak tidak kumpul dengan keluarga,” jelasnya.
Akhirnya, karena tidak mendapatkan kata sepakat, ia memilih menceraikan istrinya. Ia memilih cerai karena tidak ingin orang tuanya dijadikan pembantu dengan mengurus semua perlengkapan anaknya. Terlebih, ia menegaskan jika pembantu sudah cukup untuk mengurus rumah tangga.
“Saya cuma minta dia mengurus rumah tangga, kalau kesulitan saya siapkan pembantu,” jelasnya. Karena tidak digubris itulah, ia kemudian menjatuhkan talak pada Minthul.
Entah setan apa yang merasuki Minthul hingga ia mau-mau saja ketika diceraikan. Bahkan, ketika bertemu pun baik Tole dan Minthul tidak saling menyapa. “Lebih baik saya ceraikan saja,” kata Tole kesal. (sid/rf) Editor : Jawanto Arifin